Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bangkitkan Selera Makan dengan Ayam Paniki

octa-Octa • 2019-04-07 10:45:54

COBA sebutkan apa saja makanan khas Manado? Mungkin yang sering Anda dengar adalah ayam rica-rica. Terkenal dengan cita rasa pedas, nyatanya makanan khas Manado yang kaya akan rempah-rempah juga tak hanya rica-rica saja. Ayam paniki salah satu menu andalan kota dengan julukan “Bumi Nyiur Melambai” tersebut.

July Wijaya dari Vinc’kitchen sedikit membocorkan terkait pengolahan ayam paniki. Arti paniki sendiri sebenarnya kelelawar karena masyarakat Manado suka memasaknya. Namun, menu ini bisa diadopsi pula untuk memasak ayam.

“Ayam paniki ini kuat akan rempah-rempah seperti serai, kunyit, daun jeruk, jahe, bawang merah, dan bawang putih. Cukup haluskan bumbu kemudian tumis hingga harum. Setelah itu, masukkan potongan ayam yang sudah dicuci bersih dan tambahkan santan. Daun jeruk dan serai itu enggak boleh ketinggalan dan enggak bisa diganti dengan yang lain,” tutur July.

Secara penampakan, ayam paniki sekilas terlihat seperti ayam gulai. Berkuah dengan warna agak kekuningan. Aroma daun jeruk begitu kentara. Tekstur kuahnya tak begitu kental namun tak terlalu cair juga. Konsistensinya pas.

Dari sekian banyak jenis bagian ayam, July merekomendasikan penggunaan bagian paha untuk dimasak sebagai ayam paniki. Selain teksturnya lebih juicy, dagingnya lebih tipis sehingga bumbu dijamin meresap dengan sempurna hingga ke tulang.

“Ada perbedaan antara ayam gulai dan ayam paniki. Kalau ayam gulai, mungkin biasanya setelah diberi bumbu, bisa langsung dimasak dan dimakan. Beda dengan ayam paniki. Justru enggak bisa seperti itu. Bumbunya harus benar-benar meresap lalu kemudian dimasak lagi. Butuh waktu selama satu malam agar meresapnya sempurna. Itu yang membuatnya khas,” jelas July.

Jika proses peresapan bumbu pada ayam kurang lama, maka ada kemungkinan rasa ayam akan menjadi hambar. Sudah menjadi rahasia umum jika masakan Manado selalu terkenal dengan cita rasa pedas, begitu pula dengan ayam paniki. Menurut July, rasa asli dari ayam tersebut sebenarnya memang pedas yang berasal dari penggunaan cabai rawit merah. Namun bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.

“Tips aman supaya tahu ayam itu sudah matang merata atau belum, angkat saja salah satu ayam yang sudah diolah kemudian potong sedikit untuk melihat dalamnya. Kalau ternyata sudah matang, berarti ayam yang lain tentu matang juga. Jadi enggak perlu takut ayamnya masih mentah. Perhatikan juga apinya. Gunakan api sedang agar tidak overcooked dan bumbu tidak berkurang,” lanjut July yang merintis usahanya sejak delapan tahun silam.

Bagi pencinta pedas, ayam paniki pasti cocok di lidah. Padukan dengan nasi hangat kemudian tuang kuahnya yang sarat akan rempah. Gurih dan sedikit pedas bertemu di indra pengecap. Aroma daun jeruk juga menguar. Daging ayam yang gurih pun lembut serta juicy makin membangkitkan nafsu makan. Jangan khawatir, pedasnya masih bisa dinikmati untuk Anda yang tak begitu suka. (*/ysm*/rdm2)

 

 

Editor : octa-Octa