Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Proses Kreatif di Balik Pembuatan Film Animasi Onwards

izak-Indra Zakaria • 2020-03-05 15:08:29
Selalu ada proses kreatif yang menarik di balik pembuatan film animasi. Begitu pula dengan Pixar yang baru merilis Onward.
Selalu ada proses kreatif yang menarik di balik pembuatan film animasi. Begitu pula dengan Pixar yang baru merilis Onward.

LAPORAN: DINDA JUWITA

California, Amerika Serikat

 

 

Selalu ada proses kreatif yang menarik di balik pembuatan film animasi. Begitu pula dengan Pixar yang baru merilis Onward.

 

ONWARD adalah film ke-22 yang dirilis Pixar. Di Indonesia tayang di bioskop sejak Rabu (4/3). Sebagaimana yang sudah-sudah, film animasi produksi Pixar selalu laris di pasaran dan dinanti-nanti penonton.

Soal itu, telah dibuktikan bahwa studio animasi yang bermarkas di Emeryville, California, tersebut sudah mengumpulkan 20 piala Oscar (untuk feature film dan animasi pendek).

Onward adalah film baru. Bukan franchise. Mengambil latar dunia fantasi modern. Ia mengisahkan dua bersaudara, Barley dan Ian Lightfoot, yang menjalankan misi untuk bisa ’’menghidupkan’’ lagi ayahnya yang telah meninggal.

Production Designer Noah Klocek menuturkan, tugas tim art department adalah membangun visualisasi dan bahasa layaknya yang dilakukan manusia sehari-hari.

’’Dengan begitu, penonton bisa menerima dunia fantasi itu dan tidak bertanya-tanya karena harus dibuat seperti realitas yang terjadi,’’ jelas Klocek saat ditemui Jawa Pos dalam kesempatan Press Day for Onward di The Steve Jobs Building, Pixar Animation Studios, Emeryville, California, AS, Rabu pagi (15/1) waktu setempat.

Pria yang bergabung di Pixar Animation Studios sejak Mei 2005 itu menceritakan, dirinya dan tim harus melakukan banyak riset dan peka terhadap setiap detail. Dengan demikian, karakter yang dibangun bisa mirip kehidupan nyata.

Dia mencontohkan karakter Barley yang disesuaikan layaknya remaja usia 19 tahun. Barley gemar mengenakan kaus lengkap dengan rompi denim berhias patch. Sarung tangan dan kupluk yang dikenakan makin menonjolkan karakternya yang memang terlalu percaya diri, berani, dan ramai.

Sebaliknya, Ian yang canggung lebih sederhana dalam penampilan sehari-hari. Remaja 16 tahun tersebut gemar memakai kemeja kotak-kotak, jins, dan sepatu kets.

Anda yang sudah rajin menonton film-film animasi besutan Pixar tentu tak kaget dengan sajian yang sangat detail dan sarat makna dalam tiap film yang ditampilkan. Onward pun demikian.

Ide cerita merupakan faktor paling penting dalam film animasi. Kelsey Mann selaku head of story menceritakan, dirinya bergabung dalam penggarapan sejak hari pertama ide Onward muncul. ’’Ini bukan hal yang biasa bagi film Pixar. Biasanya hanya sutradara dan produser yang gabung sejak awal. Tapi, saya, Dan Scanlon, dan Kori Rae memulainya sejak 17 September 2013,’’ tuturnya.

Mengapa membutuhkan waktu yang sangat lama? ’’Sebab, begitulah cara Pixar yang amat berhati-hati merampungkan cerita dengan benar,’’ imbuh Mann.

Pria yang sebelumnya menjadi story supervisor dalam film Monsters University itu menjelaskan, proses diawali dengan carding. Dalam carding, seorang head of story bekerja dengan sutradara memikirkan ide adegan apa saja yang akan digabungkan untuk membangun sebuah narasi.

Setiap adegan tersebut diwakili notecard yang disusun pada papan buletin ukuran jumbo. Dari susunan itu, akan diketahui ke mana alur cerita yang akan diciptakan. Dari carding, tim tersebut mengetahui juga bagian mana yang harus dibuang dan ditata ulang untuk setiap adegan.

Setelah tahap carding rampung, saatnya membuat skrip. Dalam proses itu, semua unsur dalam tim bebas menambahkan berbagai ide dan perspektif. Dari situ, akan dipilih mana saja yang bisa tersambung menjadi sebuah harmoni dan mana yang tidak.

Dalam prosesnya, Mann tidak sendiri. Dia juga dibantu Madeline Sharafian yang merupakan Story Lead. Sharafian menambahkan, seusai skrip rampung, tim kembali berdiskusi dengan sutradara Dan Scanlon untuk tahap persetujuan.

Mereka lantas menggabungkan seluruh alur itu dan mulai menggambar storyboard untuk setiap adegan. Adegan-adegan itu dibagi-bagi di sebuah ruangan yang mereka sebut ’’The Fish Bowl’’.

Perempuan yang juga penulis cerita We Bare Bears itu mencontohkan adegan Trust Bridge dalam Onward yang diciptakannya dan akhirnya disetujui sebagai salah satu adegan. ’’(Adegan disetujui), tapi dengan catatan bahwa Scanlon sudah selesai membaca skrip lengkap beserta dialog dan detail-detail yang diimajinasikannya di dalamnya. Di sinilah persetujuan itu penting bagi kelanjutan tahap storyboard,’’ katanya. Total, lanjut Madeline, ada 97.759 papan yang dibuat dalam proses tersebut.

Perempuan yang pernah berkarir di Cartoon Network itu menyebutkan, tantangan yang harus dihadapi dalam proses tersebut adalah pengenalan pada karakter. Dengan begitu, diharapkan setiap adegan dalam storyboard bisa dibingkai dengan perspektif yang benar sesuai karakter itu. (dee/c5/jan)

Editor : izak-Indra Zakaria
#film