Komedian Nunung Srimulat masih menjalani masa rehabilitasi narkoba di RSKO Cibubur, Jakarta Timur. Di tengah masa itu dia mendapat kabar duka. Ibundanya meninggal dunia karena kanker lidah.
SILVESTER KURNIAWAN, Solo, Jawa Pos
Kabar lelayu itu didapat Nunung, 56, pada Minggu siang (19/4). Ibundanya, Djuwarti Pranowo, mengembuskan napas terakhir di kediamannya, Jalan Pajajaran, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, sekitar pukul 14.00 dalam usia 83 tahun.
Sakit itu mulai diketahui sejak setahun terakhir. Bermula dari sariawan. Namun, meski sudah diobati, tak kunjung sembuh. Menurut anak kelima Djuwarti, Yulianti Pramestuti, sang ibu sangat hebat. Berjuang melawan sakitnya dengan tangguh. Hampir tak pernah mengeluhkan sakitnya. ”Padahal, kata dokter, itu nyerinya minta ampun,” kata Yulianti yang merupakan adik Nunung itu.
Begitu mendapat kabar duka tersebut, Nunung yang punya nama asli Tri Retno Prayudati meminta izin ke rumah sakit ketergantungan obat (RSKO) supaya bisa menghadiri pemakaman ibunya. Izin juga dimintakan untuk suami Nunung, July Jan Sambiran alias Iyan Sambiran, yang juga direhab di RSKO.
Setelah izin dikantongi, Nunung dan Iyan berangkat ke Solo dengan menggunakan kendaraan pribadi.
Mereka tiba di rumah duka dini hari kemarin, sekitar pukul 02.30 WIB, dengan pengawalan tiga petugas RSKO. Kabaghumas RSKO dr Bagus Ario Wibowo mengatakan bahwa Nunung dan Iyan mendapat izin dua hari meninggalkan RSKO.
Izin dikeluarkan setelah melalui sejumlah prosedur. Termasuk mesti mendapat persetujuan dari psikiater, dokter pendamping, dan direktur utama. ”Selain itu, karena alasan urgensi, seperti ini, pihak keluarga inti yang meninggal,” terang Bagus. Hari ini Nunung dijadwalkan sudah kembali ke RSKO.
Ibunda Nunung dimakamkan di TPU Bonoloyo yang masih satu kecamatan dengan tempat tinggalnya kemarin (20/4). ”Dua pekan sebelum meninggal, ibu seperti sudah punya firasat dengan meminta tujuh anaknya berkumpul semua. Setelah itu, kondisi kesehatannya drop sampai meninggal dunia,” jelas Yulianti.
Sebetulnya rencana awal pemakaman dijadwalkan pukul 13.00. Namun, karena suatu alasan, pihak keluarga memajukan menjadi pukul 10.30. Nunung yang merupakan anak ketiga dari almarhumah itu begitu kehilangan.
Raut duka dan lelah karena perjalanan terlihat di wajahnya. Beberapa kali dia mengusap air mata di pipi saat melihat jenazah ibunda dimasukkan ke liang lahad. ”Sebelum meninggal, ibu sering memanggil nama Mbak Nunung dalam keadaan tidak sadar. Mungkin saja kangen karena sudah lama tidak ketemu,” kata Yulianti.
Menurut Yulianti, semua keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Djuwarti. Mereka juga tak tega melihat ibu tujuh anak dengan 17 cucu dan 19 cicit tersebut terbaring di tempat tidur karena sakit berat seperti itu.
Sebetulnya ada rencana untuk membawa ibunya berobat dengan menggunakan laser. Usia yang sudah sepuh memang menjadi pertimbangan kenapa tidak dilakukan kemoterapi. Tindakan laser itu sedianya dilakukan satu dua bulan ini di RS Indriarti Solo. Namun, belum juga terwujud, Djuwarti sudah meninggal.
Selain keluarga, para tetangga mengungkapkan kehilangan. Djuwarti dikenal sebagai sosok yang baik dan akrab dengan orang di sekitar. ”Kami sangat berduka,” ujar salah seorang tetangga, Bagus Lestari.
Di luar berita duka, ini bukan kali pertama Nunung dan Iyan meninggalkan RSKO. Dia bahkan sudah menjalani syuting sebagai co-host acara Ini Talkshow menemani Sule dan Andre di NET. Dia kali pertama muncul pada 26 Februari lalu. Di edisi comeback itu, Nunung dihadirkan tanpa sepengetahuan cast yang lain. ”Ini kejutan buat kita,” kata Andre.
Nunung mengaku grogi kembali ke depan kamera. Seperti mimpi katanya. Tak butuh waktu lama bagi Nunung untuk menemukan kembali chemistry candaan dengan tim Ini Talkshow. ”Alhamdulillah masih lucu,” ujar Sule.
Dirut RSKO Azhar Jaya mengatakan memang memberikan izin syuting meski Nunung belum bebas. Menurut dia, kondisi Nunung sudah lepas dari ketergantungan narkoba. Dia sudah melewati masa detoksifikasi. Namun, dia harus tetap di RSKO karena putusan hakim yang menjatuhkan vonis rehab selama 1,5 tahun.
Pada akhir Desember lalu, Nunung dan Iyan juga mendapat izin untuk pergi ke Solo menjenguk Djuwarti yang saat itu sedang drop kondisinya. Baik setelah menjenguk maupun selepas syuting, Azhar memastikan Nunung pasti kembali ke RSKO.
Nunung dan Iyan ditangkap polisi di kediamannya pada 19 Juli 2019 terkait dengan penggunaan sabu-sabu. Pada 13 November hakim PN Jakarta Selatan menjatuhkan vonis pidana penjara kepada keduanya selama satu tahun enam bulan dipotong tahanan dengan ketentuan mereka menjalani hukuman di RSKO Cibubur. (*/c10/ayi)
Editor : izak-Indra Zakaria