Pesinetron Asha Shara resmi menyandang status janda. Keputusannya untuk berpisah dengan Syafiq Assa’dy dikabulkan majelis hakim Pengadilan Agama Tigaraksa pada 14 Januari lalu.
”Alhamdulillah, apa yang kami minta dipenuhi semua oleh majelis hakim,” kata kuasa hukum Asha, Kasman Sangaji, saat dihubungi melalui sambungan telepon (28/1). Dia menjelaskan, keputusan kliennya itu sudah dianggap inkrah (inkracht) karena pihak tergugat tidak mengajukan banding.
Hak asuh anak juga jatuh ke tangan Asha. Perihal biaya hidup kedua anaknya, termasuk pendidikan dan kesehatan, masih tetap menjadi kewajiban mantan suaminya. Nominalnya berkisar Rp 5 juta sampai Rp 6 juta per bulan. Menurut Kasman, besaran tersebut setimpal dengan pendapatan Syafiq.
Kendati demikian, pemain film Terowongan Casablanca itu tidak membatasi mantan suaminya untuk bertemu dengan anak-anaknya. Mereka sepakat untuk membesarkan Salima dan Samara bersama. ”Bisa mengurus dua-duanya, tapi perhatikan waktu. Jangan sampai mengganggu pendidikan anak. Apalagi sekarang pandemi, jangan sembarangan,” tutur Kasman.
Rumah tangga Asha dan Syafiq kandas setelah berjalan delapan tahun lamanya. Dari pernikahan itu keduanya telah dikaruniai dua anak. Aktris berusia 33 tahun tersebut melayangkan gugatan cerai pada 13 November lalu. Alasannya, dia sudah tak sanggup menghadapi sikap suaminya itu. Namun, hingga kini Asha belum mau membeberkan hal tersebut secara jelas. (shf/c9/ayi)
Editor : izak-Indra Zakaria