SEBELUM terjun ke dunia akting, Herjunot Ali punya jalan hidup yang berliku. Pemain film Tenggelamnya Kapal van der Wijck itu pernah menjadi penjual koran bekas hingga tukang antar gas LPG. ”Sekitar 1996 ya kalau nggak salah. Pas kelas V atau VI SD gitu,” kata Junot.
Pekerjaan tersebut ditekuninya bertahun-tahun. Meski, uang yang didapat tidak besar dan hanya cukup untuk jajan. ”Tapi, kadang suka dikasih upah tambahan kalau abis nganter ke rumah pemesan gasnya sih,” jelas dia.
Bukannya malu, dia justru bangga pernah mengalami masa-masa itu. Junot sangat bersyukur pernah ditakdirkan mengalami kehidupan yang sulit. ”Karena pengalaman seperti itu yang ngebentuk kita seperti sekarang. Jadi, ngerasa lebih bersyukur aja kalau inget dulu,” tuturnya.
Bagi Junot, perjuangan setiap orang untuk bisa bertahan hidup memiliki porsi berbeda. Karena itu, Junot berpesan agar orang-orang, terutama anak muda, tidak malu berjuang dari nol. ”Orang lain tuh cuma mau jadi kayak kita doang, tapi kan nggak tahu prosesnya untuk bisa seperti sekarang tuh gimana,” tandasnya. (shf/c14/fal)
Editor : izak-Indra Zakaria