Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kementerian PUPR Anggarkan Rp 706,48 Miliar Bangun Kantor Intelijen di IKN

Rikip Agustani • 2024-06-20 11:00:00
BANGUNAN HIJAU : Desain Bangunan Gedung dan Kawasan Kantor Satelit BIN di IKN. (Foto: Ist)
BANGUNAN HIJAU : Desain Bangunan Gedung dan Kawasan Kantor Satelit BIN di IKN. (Foto: Ist)

 

 Kantor Badan Intelijen Negara (BIN) di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan dibangun juga pada tahun ini. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan Rp 706,48 miliar, untuk kegiatan Pembangunan Bangunan Gedung dan Kawasan Kantor Satelit BIN di IKN. Pembiayaan ini menggunakan anggaran tahun jamak, APBN 2024 dan 2025.

Sebagaimana dikutip dari LPSE PUPR, kantor lembaga intelijen ini memiliki luas lahan 1,042 hektare. Dengan Koefisien Luas Bangunan (KLB) 1,46. Dan luas lantai bangunan 20.532,35 meter persegi. Untuk Construction Floor Area (CFA) seluas 27.569,54 meter persegi. Dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) adalah 20,68 dan  Koefisien Dasar Hijau (KDH) adalah 43,25. Area hijau pada bangunan memiliki luas 4.626,68 meter persegi. Di mana berdasarkan peta, lokasi eksisiting Kawasan Kantor Satelit BIN berdekatan dengan Kompleks Perkantoran Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Memiliki kondisi lahan yang berbukit menjadi potensi sekaligus kendala dalam perencanaan kawasan. Kondisi lahan eksisting diselubungi oleh hutan industri dengan pohon homogen eucalyptus dan semak belukar yang kedepannya, akan diusahakan untuk dikembalikan menjadi hutan heterogen dengan pohon yang beragam,” tulis uraian singkat pembangunan Kantor Satelit BIN ini.  

Sementara itu, lingkup perancangan Gedung Kantor Satelit BIN terdiri dari Office Tower, Bangunan Auditorium, Podium Penghubung, Bangunan Biro Umum, Bangunan security post berjumlah 2 buah dengan luas masing-masing 100 meter persegi. Lalu area parkir semi basement, area parkir outdoor (parkir EV, parkir ambulance), gardu PLN, serta area penunjang lain (mekanikal-elektrikal-plambing, dan lainnya). Selain itu, ada lapangan upacara, area penataan kawasan yang mencakup jalan, jembatan, utilitas, serta lansekap. Dan juga dilengkapi dengan bunker dan juga proteksi petir. “Waktu pelaksanaan pekerjaan konstruksi rancang dan bangun kegiatan Pembangunan Bangunan Gedung dan Kawasan Kantor Satelit BIN di IKN adalah 365 hari kalender. Terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sampai dengan serah terima pertama (Provisional Hand Over-PHO),” terang uraian singkat tersebut.  

Sumber dana pekerjaan konstruksi rancang dan bangun kegiatan Pembangunan Bangunan Gedung dan Kawasan Kantor Satelit BIN di IKN dibebankan pada DIPA Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Kaltim, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kaltim, Direktorat Jenderal Cipta Karya (DJCK) Kementerian PUPR. Di mana tahapan lelang saat ini, pengumuman prakualifikasi telah dilaksanakan pada 11 hingga 17 Juni lalu. Saat ini secara paralel, tahapan kegiatan download dokumen kualifikasi sejak 11 hingga 24 Juni 2024, lalu penjelasan dokumen prakualifikasi sejak 14 hingga 19 Juni 2024,dan kirim persyaratan kualifikasi pada 14 hingga 24 Juni 2024. Sementara penetapan pemenang pada 26 hingga 31 Juli 2024, dan pengumuman pemenang pada 31 Juli. Penandatangan kontrak baru dilakukan pada 7 Agustus 2024. Dan diakses pada Rabu (19/6) pukul 18.00 Wita, sudah ada 38 kontraktor yang tertarik untuk membangun Kantor BIN di IKN.

Pada Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Konsep Strategi Pertahanan dan Keamanan IKN Berbasis Smart Defence and Security 5.0” di Hotel Le Meridien, Jakarta, 3 April 2024, Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat sekaligus Ketua Kelompok Strategi Pertahanan dan Keamanan Otorita IKN, Mayjen TNI Achmad Adipati Karnawidjaja menjelaskan, bahwa IKN memiliki konsep strategi pertahanan berbasis siber. Dan untuk mendukung konsep pertahanan dan keamanan siber di IKN, hal pertama-tama yang harus diawali adalah membangun atau menyiapkan sumber daya manusia. Yang mempunyai talenta-talenta. Untuk nantinya ditempatkan dan bisa mengendalikan sistem pertahanan dan keamanan 5.0 di IKN.

“Untuk menyiapkan sumber daya manusia tersebut maka akan dibangunlah laboratorium siber. Dan satuan tugas siber atau cyber task force. Yang nantinya akan ditempatkan di semua titik. Yang dapat mengendalikan sistem pertahanan dan keamanan 5.0 di IKN,” katanya. (kip)

 
Editor : Indra Zakaria