Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

ASN Masih Galau Pindah ke IKN, Alasannya karena Harus Tinggal di Rumah Susun

Rikip Agustani • 2024-06-25 11:15:00
Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN yang saat ini dibangun gedung perkantoran, berdiri di atas areal hutan tanaman industri yang didominasi tanaman eukaliptus. (FUAD MUHAMMAD/KALTIM POST)
Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN yang saat ini dibangun gedung perkantoran, berdiri di atas areal hutan tanaman industri yang didominasi tanaman eukaliptus. (FUAD MUHAMMAD/KALTIM POST)

Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian dan Lembaga yang akan pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) masih galau. Pasalnya hunian yang akan mereka tempati di ibu kota negara baru masih belum sepenuhnya tuntas. Khususnya tempat tinggal bagi pejabat eselon II ke bawah yang akan menempati rumah susun.

Kegalauan ini sempat diutarakan Sekretaris Tim Reformasi Birokrasi dan Zona Integritas, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Mohamad Ali Akbar saat kegiatan Sosialisasi Pentingnya Pembangunan Zona Integritas di Perguruan Tinggi di Universitas Hasanuddin, Makassar, Kamis (20/6) lalu. “Saya sedang resah, gelisah. Karena ibu kota sebentar lagi akan pindah. Ibu dan bapak tahu ‘kan kalau nanti ibu kota pindah, nanti seluruh ASN akan pindah ke IKN. Masalahnya perumahan,” katanya di kanal Universitas Hasanuddin.

Dia melanjutkan pejabat yang akan mendapatkan rumah tapak, hanyalah menteri dan pejabat eselon I. Sementara pejabat eselon II ke bawah akan menempati rumah susun. Sementara ASN yang sudah berkeluarga akan mendapatkan satu rumah unit khusus di rumah susun. “Tapi yang masih jomblo akan sharing (berbagi) kamar. Kebayang enggak, pak. Sehari-hari ketemu teman di kantor. Pulang ke rumah, ketemu teman kantor lagi,” candanya.

Ali pun sedikit berkelakar bahwa dirinya memiliki teman sekantor yang pemalas. Dan selalu beralasan untuk tidak masuk kantor. Dengan alasan favorit yang sering disampaikan adalah karena ada tetangganya yang meninggal dunia. Dan harus membantu proses pemakaman tetangganya yang meninggal dunia tersebut. “Dia nanti kalau sudah tinggal di IKN, tidak bisa lagi pak pakai alasan itu. Pak Ali Maaf saya tidak bisa masuk kantor. Kenapa? tetangga saya meninggal. Loh ‘kan saya tetangga kamu,” gurau Ali. 

Selain itu, jika ASN Kementerian dan Lembaga sudah menempati rusun ASN di IKN, maka nantinya grup Whatsapp Messenger (WA) RT di rusun ASN akan merangkap menjadi grup WA kantor. Karena ASN yang menempati rusun ASN bekerja di kementerian yang sama di IKN. “Itu nanti pimpinan di grup WA, selain menagih (tugas) pekerja, juga akan menagih uang kebersihan pak, kalau sudah tinggal di IKN. Makanya saya gelisah apa Saya pindah ke Makassar saja ya,” seloroh Analis Kebijakan Ahli Muda di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbudristek ini.

Mengenai perumahan pejabat maupun ASN kementerian dan lembaga di IKN, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimoeljono menyampaikan ditargetkan bisa tuntas dan ditempati pada bulan depan. Khususnya Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM) yang progres saat ini telah mencapai 91 persen. “Sebagian dari total 34 sudah dipakai oleh Bapak Presiden dan rombongan pada saat kunjungan ke IKN kemarin. (4 dan 5 Juni 2024),” kata dia dalam rapat kerja (raker) Komisi V DPR RI dengan Menteri PUPR di Senayan, Jakarta, 6 Juni 2024 lalu.

Selanjutnya adalah pembangunan sebanyak 47 tower untuk hunian ASN, TNI Polri dalam bentuk Rusun atau apartemen. Bangunan vertikal tersebut terdiri dari dua lantai podium sebagai fasilitas umum dan fasilitas sosial dan 10 lantai residensial. Dia juga menyampaikan progres pembangunan hunian Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) telah mencapai 58 persen. Kemudian hunian atau Rusun ASN telah mencapai progres 53 persen, serta hunian Paspampres progresnya mencapai 48 persen. Diharapkan sebanyak 12 tower tersebut bisa selesai dan difungsikan Agustus mendatang. “Hunian ASN, Polri, dan BIN, serta Angkatan Darat dan Paspampres total 47 persen dari 47 Tower. Dan kami sekarang ini, yang Sudah topping off sekitar 14 Tower. dan Nanti insya allah pada bulan Agustus, 12 sudah bisa operasi,” harap Basuki.

 

Sementara itu, berdasarkan hasil penapisan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terdapat beberapa prioritas unit kerja pada beberapa K/L yang akan dipindahkan ke IKN secara bertahap. Prioritas Pertama, terdapat 179 Unit Eselon I dari 38 Kementerian dan Lembaga, lalu Prioritas Kedua, terdapat 91 Unit Eselon I dari 29 Kementerian dan Lembaga, dan Prioritas Ketiga, terdapat 378 Unit Eselon I dari 59 Kementerian dan Lembaga. Di mana, idealnya, untuk tahap pertama, jumlah ASN yang pindah idealnya mencapai 11.916 orang. Namun, jumlah pasti yang pindah akan disesuaikan dengan ketersediaan hunian dan infrastruktur di IKN. (kip/waz)

 

Editor : Indra Zakaria