NUSANTARA- Arus pergerakan masyarakat di Kalimantan Timur selama libur Idulfitri tahun ini diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan. Dinas Pariwisata Kaltim memproyeksikan adanya kenaikan mobilitas sebesar lima hingga sepuluh persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu. Jika prediksi ini akurat, maka diperkirakan akan ada sekitar 470 ribu hingga 528 ribu orang yang melakukan perjalanan, baik untuk silaturahmi maupun mengunjungi berbagai destinasi wisata di wilayah Benua Etam.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kaltim, Restiawan Baihaqi, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang mendorong gairah perjalanan masyarakat adalah daya tarik Ibu Kota Nusantara (IKN). Hingga saat ini, kawasan ibu kota baru tersebut masih menjadi magnet kuat bagi wisatawan yang penasaran ingin melihat langsung perkembangan pembangunannya. Dukungan infrastruktur berupa pembukaan jalan tol secara fungsional dari Balikpapan menuju IKN diyakini akan semakin mempermudah akses dan mempercepat pergerakan kendaraan masyarakat.
Selain kawasan IKN, sejumlah destinasi wisata pesisir diprediksi akan dibanjiri pengunjung. Pantai Tanjung Jumlai di Penajam Paser Utara menjadi pilihan favorit bagi masyarakat di sekitar kawasan IKN. Sementara itu, Balikpapan tetap mengandalkan pesona Pantai Manggar dan Pantai Lamaru yang terus bersolek dengan peningkatan fasilitas serta atraksi wisata. Di Kutai Kartanegara, Pulau Kumala tetap dinilai memiliki daya tarik kuat dan diperkirakan akan tetap menjadi tujuan utama meski saat ini masih dalam tahap pembenahan fasilitas.
Menyikapi potensi lonjakan tersebut, pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan infrastruktur dan layanan di objek wisata siap menampung kunjungan masif. Selain kesiapan fisik destinasi, pengaturan arus lalu lintas dan keamanan pengunjung menjadi prioritas utama agar momen libur lebaran tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)
Editor : Indra Zakaria