Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Eropa Memanas: Saat Trump Ancam Bubarkan NATO, Inggris Justru Pilih "Merapat" ke Benua Biru

R
Donald Trump dan PM Inggris Prime Keir Starmer. (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS/AFP via Getty Images)
Donald Trump dan PM Inggris Prime Keir Starmer. (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS/AFP via Getty Images)

Advertisement

 
LONDON – Peta keamanan global sedang berada di persimpangan jalan yang genting. Di tengah ancaman nyata Donald Trump yang mempertimbangkan untuk menarik Amerika Serikat keluar dari NATO dan membubarkan aliansi yang telah dibangun selama puluhan tahun, Inggris justru mengambil langkah sebaliknya. Perdana Menteri Keir Starmer secara tegas mengumumkan bahwa London akan memperdalam hubungan pertahanan dan ekonomi dengan Eropa demi menjaga kepentingan nasionalnya.

Langkah ini diambil menyusul "kebisingan" politik dari Washington yang mengisyaratkan AS tidak lagi sudi menjadi penopang utama keamanan transatlantik. Menanggapi potensi keretakan aliansi tersebut, Starmer memberikan pernyataan yang tajam sekaligus diplomatis mengenai posisi Inggris di panggung dunia.

“NATO adalah aliansi militer paling efektif yang pernah ada di dunia. Aliansi ini telah menjaga keamanan kita selama beberapa dekade, dan kami sepenuhnya berkomitmen kepada NATO,” tegas Starmer.

Advertisement

Di tengah tekanan dari sekutu tradisionalnya di seberang Atlantik, Starmer menegaskan bahwa prioritas utama London adalah keselamatan warga Inggris, bukan mengikuti arus retorika politik luar negeri yang tidak stabil. Ia menyiratkan bahwa Inggris tidak akan membiarkan dirinya terseret ke dalam pusaran konflik yang tidak relevan dengan kedaulatannya.

“Apa pun tekanan yang saya hadapi, apa pun kebisingannya, saya akan bertindak demi kepentingan nasional Inggris. Ini bukan perang kita, dan kita tidak akan terseret ke dalamnya,” imbuhnya.

Kembali ke Pelukan Eropa

Advertisement

Sikap Trump yang cenderung isolasionis memaksa Inggris untuk meninjau ulang strategi pasca-Brexit mereka. Starmer menekankan bahwa keamanan masa depan tidak bisa lagi digantungkan sepenuhnya pada satu negara di luar benua. Dalam visi barunya, keterikatan yang lebih erat dengan tetangga-tetangga di Eropa adalah kunci stabilitas ekonomi dan militer.

“Dalam hal pertahanan, keamanan, dan masa depan ekonomi kita, kita harus memiliki hubungan yang lebih erat dengan Eropa,” kata Starmer, menandai pergeseran arah kebijakan luar negeri Inggris yang lebih fokus pada integrasi regional sebagai benteng pertahanan terakhir.

Pengumuman ini menjadi sinyal kuat bagi dunia bahwa meski aliansi lama terancam bubar oleh kebijakan "America First" milik Trump, negara-negara Eropa, dengan Inggris di barisan depan, mulai menyusun barisan sendiri untuk menghadapi ketidakpastian global di masa depan. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sinyal Mesra Trump ke Kim Jong Un: Pangkas Latihan Militer di Korsel Hingga Sentil Sekutu

Sinyal Mesra Trump ke Kim Jong Un: Pangkas Latihan Militer di Korsel Hingga Sentil Sekutu

Sinyal Mesra Trump ke Kim Jong Un: Pangkas Latihan Militer di Korsel Hingga Sentil Sekutu Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengindikas

Ada Gila-Gilanya: Trump Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS, Iran Tegaskan Tetap Pegang Kendali

Ada Gila-Gilanya: Trump Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS, Iran Tegaskan Tetap Pegang Kendali

Ketegangan Memuncak: Trump Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS, Iran Tegaskan Tetap Pegang Kendali TEHERAN – Eskalasi konflik di kawasan Tim

Trump Banting Setir Batalkan Serangan Besar ke Iran, Terkuak Gudang Senjata AS Mulai Terkuras

Trump Banting Setir Batalkan Serangan Besar ke Iran, Terkuak Gudang Senjata AS Mulai Terkuras

Berikut adalah draft berita baru yang dikemas dengan gaya penulisan mengalir, naratif, dan tanpa penomoran maupun daftar angka: Trump Banting Setir Batalkan Serangan Besar ke Iran, Terkuak Gudang Sen

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer