Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketegangan AS-Iran Memuncak: Teheran Usulkan Tarif di Selat Hormuz, Washington Fokus Isu Nuklir

R
Selat Hormuz (ist)
Selat Hormuz (ist)

Advertisement

PROKAL.CO- Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase baru yang semakin tajam menyusul kegagalan perundingan diplomatik baru-baru ini. Teheran kini meluncurkan langkah ekonomi kontroversial dengan mengusulkan pungutan biaya bagi setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia.

Langkah ini dipandang sebagai respons atas tekanan politik yang terus diberikan oleh pihak Barat, sekaligus mempertegas dominasi Iran di kawasan strategis tersebut. Ketua Komisi Keamanan Nasional Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan bahwa usulan tarif bagi kapal-kapal yang melintas adalah bagian dari hak dan kepentingan nasional Iran. Selat Hormuz, yang menjadi urat nadi pengiriman minyak global, kini menjadi instrumen posisi tawar Teheran dalam menghadapi tekanan internasional.

Kebijakan ini langsung memicu kekhawatiran global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur utama bagi distribusi energi yang menyokong stabilitas ekonomi banyak negara.

Advertisement

Di sisi lain, Amerika Serikat tetap teguh pada pendiriannya terkait program nuklir Iran. Wakil Presiden AS, J.D. Vance, menegaskan bahwa Washington menuntut komitmen jangka panjang dari Teheran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir sebagai syarat mutlak normalisasi hubungan. Vance mengeklaim bahwa pihak Amerika Serikat sebenarnya telah menawarkan sejumlah kompromi dalam meja perundingan, namun tawaran tersebut ditolak oleh pihak Teheran.

"Kami menuntut komitmen nyata. Tawaran kompromi telah diberikan, namun pihak Teheran memilih untuk tidak menerimanya," ujar J.D. Vance dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).

Pihak Iran menilai posisi Amerika Serikat hanyalah bentuk tekanan politik dan ekonomi yang sengaja ditingkatkan untuk menyudutkan mereka. Kebuntuan diplomasi ini memperbesar risiko eskalasi militer maupun ekonomi di kawasan Timur Tengah yang sudah sangat sensitif secara geopolitik.

Advertisement

Para pengamat ekonomi internasional memperingatkan bahwa jika usulan tarif di Selat Hormuz benar-benar diterapkan, akan terjadi gangguan besar pada rantai pasok global. Hal ini tidak hanya memicu lonjakan harga energi, tetapi juga mengancam stabilitas perdagangan internasional secara keseluruhan di tengah ketidakpastian keamanan laut. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sistem Pertahanan Udara Baru Iran Tembak Jatuh Drone Tempur MQ-9 Reaper AS di Selat Hormuz

Sistem Pertahanan Udara Baru Iran Tembak Jatuh Drone Tempur MQ-9 Reaper AS di Selat Hormuz

Sistem Pertahanan Udara Baru Iran Tembak Jatuh Drone Tempur MQ-9 Reaper AS di Selat Hormuz TEHERAN – Pasukan militer Iran mengklaim telah me

Adakah Hubungan Naiknya Harga Plastik Salome dengan Ketegangan di Selat Hormuz

Adakah Hubungan Naiknya Harga Plastik Salome dengan Ketegangan di Selat Hormuz

Ketegangan di Selat Hormuz imbasnya ke mana-mana. Indonesia, dan banyak negara di Asia Tenggara, yang jauh dari selat itu, kena imbas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer