Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Manifesto Anti-Trump Terungkap: Tersangka Penembakan Cole Allen Sebut Keamanan Washington Hilton Sangat Ceroboh

R
Tersangka penembakan.
Tersangka penembakan.

Advertisement

PROKAL.CO- Tabir gelap di balik aksi penembakan pada acara jamuan makan malam koresponden Gedung Putih mulai terkuak setelah ditemukannya manifesto yang dikirimkan tersangka, Cole Allen, kepada keluarganya sesaat sebelum beraksi. Pria berusia 31 tahun asal California tersebut mengirimkan dokumen berisi kritik tajam terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump yang kemudian dilaporkan oleh saudara laki-lakinya kepada pihak kepolisian di New London, Connecticut. Dalam dokumen yang ditandatangani dengan julukan “Friendly Federal Assassin” itu, Allen secara terbuka mengungkapkan niatnya untuk menargetkan para pejabat tinggi pemerintahan yang hadir dalam acara tersebut.

Isi manifesto tersebut memaparkan landasan filosofis yang mengerikan di balik rencana serangannya. Allen menuliskan bahwa sikap "memalingkan pipi" atau mengabaikan ketidakadilan bukanlah cerminan perilaku yang benar jika melihat adanya penindasan terhadap orang lain. Ia merinci daftar kebijakan dan tindakan administratif yang dianggapnya sebagai bentuk penindasan, bahkan menyebut nama Presiden dengan tuduhan pengkhianatan yang sangat keras. Secara spesifik, Allen menyatakan bahwa seluruh pejabat administrasi Trump menjadi targetnya, dengan pengecualian Direktur FBI, Kash Patel.

Advertisement

Selain motivasi politik, Allen menyoroti kelemahan sistem keamanan di Hotel Washington Hilton yang ia anggap sangat ceroboh. Ia mengaku heran betapa mudahnya ia masuk ke dalam hotel dengan membawa berbagai senjata tanpa ada satu pun petugas yang mencurigainya. Dalam tulisannya, ia mengkritik fokus keamanan yang hanya terpusat pada pengamanan demonstran di luar gedung dan kedatangan tamu pada hari H, tanpa mengantisipasi tamu hotel yang sudah melakukan check-in sehari sebelumnya. "Tingkat ketidakkopetenan ini gila," tulisnya dalam manifesto tersebut, sembari memprediksi bahwa agen asing bahkan bisa melakukan serangan yang jauh lebih mematikan jika celah keamanan ini tidak segera diperbaiki.

Detail persiapan serangan juga terungkap melalui penyelidikan kepolisian yang mengonfirmasi bahwa Allen telah membeli dua pistol dan satu senapan gentel di sebuah toko senjata, serta rutin berlatih menembak. Allen diketahui berafiliasi dengan kelompok "Wide Awakes" dan sempat menghadiri aksi protes "No Kings" yang menentang kebijakan presiden. Kini, di tengah kecaman mengenai longgarnya pengamanan acara resmi kepresidenan, pernyataan Allen dalam manifestonya seolah menjadi tamparan keras bagi otoritas keamanan di Washington. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sinyal Mesra Trump ke Kim Jong Un: Pangkas Latihan Militer di Korsel Hingga Sentil Sekutu

Sinyal Mesra Trump ke Kim Jong Un: Pangkas Latihan Militer di Korsel Hingga Sentil Sekutu

Sinyal Mesra Trump ke Kim Jong Un: Pangkas Latihan Militer di Korsel Hingga Sentil Sekutu Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengindikas

Ada Gila-Gilanya: Trump Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS, Iran Tegaskan Tetap Pegang Kendali

Ada Gila-Gilanya: Trump Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS, Iran Tegaskan Tetap Pegang Kendali

Ketegangan Memuncak: Trump Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS, Iran Tegaskan Tetap Pegang Kendali TEHERAN – Eskalasi konflik di kawasan Tim

Trump Banting Setir Batalkan Serangan Besar ke Iran, Terkuak Gudang Senjata AS Mulai Terkuras

Trump Banting Setir Batalkan Serangan Besar ke Iran, Terkuak Gudang Senjata AS Mulai Terkuras

Berikut adalah draft berita baru yang dikemas dengan gaya penulisan mengalir, naratif, dan tanpa penomoran maupun daftar angka: Trump Banting Setir Batalkan Serangan Besar ke Iran, Terkuak Gudang Sen

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer