Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penembakan Mencekam di Masjid Terbesar San Diego, Donald Trump Janji Tinjau Serius 

I
Donald Trump
Donald Trump

Advertisement

 
WASHINGTON, D.C. – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, angkat bicara mengenai tragedi penembakan mematikan yang melanda Islamic Center of San Diego, California. Insiden berdarah yang menewaskan tiga orang pada Senin (18/5) waktu setempat itu langsung memantik perhatian nasional, bahkan pemerintah federal berjanji akan mengusut tuntas peristiwa tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump di sela-sela kehadirannya dalam acara layanan kesehatan di Washington, D.C., hanya berselang beberapa jam setelah penembakan terjadi. Trump menegaskan komitmen pemerintahannya untuk memantau ketat perkembangan kasus ini agar motif utamanya segera terungkap. "Ini situasi yang mengerikan. Saya telah diberi beberapa pembaruan awal, tetapi kami akan kembali dan melihatnya dengan sangat kuat," ujar Trump memberikan garansi terkait keseriusan penanganan kasus ini.

Aksi Heroik Petugas Keamanan Cegah Korban Jiwa Lebih Banyak

Advertisement

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, situasi mencekam dimulai sekitar pukul 11.40 siang di kawasan Clairemont. Aparat keamanan menerima laporan adanya penembakan aktif dan langsung bergerak menuju kompleks Islamic Center of San Diego yang merupakan pusat komunitas Muslim terbesar di wilayah tersebut.

Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, dalam konferensi persnya mengonfirmasi bahwa serangan brutal ini merenggut tiga nyawa. Dua pelaku penembakan yang diidentifikasi sebagai remaja berusia 17 dan 19 tahun juga ditemukan tewas di lokasi kejadian setelah melancarkan aksinya.

Wahl secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada salah satu korban tewas yang merupakan petugas keamanan masjid. Menurutnya, tindakan cepat dan keberanian sang penjaga gerbang dalam mengadang pelaku menjadi faktor kunci yang menyelamatkan ratusan nyawa jamaah lainnya, mengingat saat itu area masjid dan sekolah anak-anak sedang dipadati aktivitas warga.

Advertisement

FBI Turun Tangan, Selidiki Potensi Kejahatan Berbasis Kebencian

Mengingat lokasi serangan berada di rumah ibadah, pihak berwenang tidak mau berspekulasi secara gegabah. Kepolisian San Diego dibantu oleh Biro Investigasi Federal (FBI) kini sepakat untuk memprioritaskan penyelidikan ini ke arah dugaan kejahatan bermotif kebencian (hate crime).

"Kasus tersebut diperlakukan sebagai hate crime sampai ada bukti lain yang menunjukkan sebaliknya," tegas Scott Wahl di hadapan para jurnalis. Dukungan penuh dari pemerintah federal juga ditegaskan oleh Direktur FBI, Kash Patel. Melalui pernyataan resminya di media sosial X, Patel memastikan bahwa instansinya akan mengerahkan segala kekuatan demi menguak dalang dan motif asli di balik aksi keji ini. "Semua sumber daya biro akan digunakan untuk membantu penyelidikan," tulis Patel.

Tragedi ini kembali menyalakan alarm waspada dan memicu gelombang kekhawatiran baru di kalangan masyarakat terkait jaminan keamanan rumah ibadah di wilayah Amerika Serikat, terutama di tengah meningkatnya tensi sosial serta kasus ujaran kebencian terhadap komunitas agama tertentu. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sinyal Mesra Trump ke Kim Jong Un: Pangkas Latihan Militer di Korsel Hingga Sentil Sekutu

Sinyal Mesra Trump ke Kim Jong Un: Pangkas Latihan Militer di Korsel Hingga Sentil Sekutu

Sinyal Mesra Trump ke Kim Jong Un: Pangkas Latihan Militer di Korsel Hingga Sentil Sekutu Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengindikas

Ada Gila-Gilanya: Trump Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS, Iran Tegaskan Tetap Pegang Kendali

Ada Gila-Gilanya: Trump Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS, Iran Tegaskan Tetap Pegang Kendali

Ketegangan Memuncak: Trump Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS, Iran Tegaskan Tetap Pegang Kendali TEHERAN – Eskalasi konflik di kawasan Tim

Trump Banting Setir Batalkan Serangan Besar ke Iran, Terkuak Gudang Senjata AS Mulai Terkuras

Trump Banting Setir Batalkan Serangan Besar ke Iran, Terkuak Gudang Senjata AS Mulai Terkuras

Berikut adalah draft berita baru yang dikemas dengan gaya penulisan mengalir, naratif, dan tanpa penomoran maupun daftar angka: Trump Banting Setir Batalkan Serangan Besar ke Iran, Terkuak Gudang Sen

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer