Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Misi Kemanusiaan Dicegat di Mediterania: 9 WNI Peserta Flotilla Gaza Diculik Pasukan Israel

R
Penulis: Redaksi Prokal❯
Kapal-kapal yang tergabung dalam
Kapal-kapal yang tergabung dalam 'Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission' berangkat dari marina di Augusta, di pulau Sisilia, Italia, pada 26 April 2026.

Advertisement

PROKAL.CO— Kabar mengejutkan datang dari Laut Mediterania. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI resmi mengonfirmasi bahwa seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang bergabung dalam armada kemanusiaan internasional menuju Jalur Gaza telah ditangkap dan diculik oleh pasukan Zionis Israel setelah kapal-kapal mereka disergap di tengah laut.

Para relawan dan jurnalis tanah air tersebut merupakan bagian dari gerakan Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission. Armada yang berkekuatan total 65 kapal ini awalnya bertolak dengan penuh harapan dari marina Augusta di pulau Sisilia, Italia, pada akhir April lalu. Membawa ribuan ton bantuan kemanusiaan dan mengibarkan bendera Palestina, misi mulia ini bertujuan memecah blokade ketat Israel demi menyalurkan bantuan ke Gaza. Namun, perjalanan tersebut berujung pada aksi pencegatan paksa oleh militer Israel.

“Berdasarkan informasi terkini, sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0 semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel,” ungkap Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Advertisement

Aksi penangkapan sepihak oleh militer Israel ini tidak hanya menyasar para relawan kemanusiaan, tetapi juga merampas kebebasan para pekerja pers. Di antara sembilan WNI yang ditahan, terdapat tiga jurnalis media nasional yang tengah menjalankan tugas jurnalistik mereka untuk melaporkan situasi kemanusiaan tersebut secara langsung.

Ketiga jurnalis tersebut adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo. Penangkapan ini memperpanjang daftar pelanggaran terhadap keselamatan pekerja kemanusiaan dan pers di zona konflik oleh otoritas Israel.

Indonesia Kutuk Keras, Jalur Diplomatik Total Dikerahkan

Advertisement

Pemerintah Indonesia langsung bereaksi keras atas insiden ini. Kecaman langsung dilayangkan terhadap tindakan militer Zionis Israel yang dinilai telah melanggar hukum humaniter internasional dan menghalangi penyaluran bantuan esensial bagi warga Palestina.

Juru Bicara I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa situasi di lapangan berjalan sangat dinamis. Sebelumnya, lima WNI dilaporkan telah ditangkap terlebih dahulu pada Senin (18/5), sebelum akhirnya seluruh sisa rombongan WNI ikut terjaring dalam pencegatan berikutnya.

Menyikapi kondisi darurat ini, Kemlu RI langsung menyiagakan empat jaringan kedutaan besarnya di kawasan strategis, mulai dari KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, hingga KBRI Istanbul. Seluruh perwakilan RI tersebut kini berada dalam posisi siap siaga untuk melakukan penanganan kekonsuleran secara total.

Pemerintah juga telah menyiapkan langkah-langkah darurat, termasuk penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) jika dokumen resmi para WNI disita oleh aparat Israel, serta menyiapkan dukungan medis penuh setibanya mereka dibebaskan.

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer