Tragedi di Florida: Pesawat Learjet Jatuh Menghantam Jalanan, 9 Orang Tewas Termasuk 1 Keluarga

PALM BEACH COUNTY — Tragedi penerbangan mengerikan terjadi di Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat. Sebuah pesawat jet pribadi jenis Learjet 60 jatuh dari ketinggian puluhan ribu kaki dan menghantam kawasan pemukiman serta jalanan umum pada Minggu (1/11/2026). Sembilan orang yang berada di dalam pesawat, terdiri dari dua kru dan tujuh penumpang, dipastikan tewas di lokasi kejadian.
Pesawat milik perusahaan Aurora Aviation yang beroperasi di bawah nama Upper Jets tersebut jatuh menukik dengan kecepatan sangat tinggi sebelum akhirnya meledak hebat dan menciptakan kawah besar di dekat pusat perbelanjaan kawasan Greenacres, tepatnya di sekitar Military Trail.
Duka mendalam menyelimuti para kerabat korban atas insiden tragis ini. Salah satu korban tewas adalah pasangan suami istri Adam Robinson dan Helen Sharp, yang terbang memboyong kedua anak mereka yang masih balita, Emma yang berusia 4 tahun dan Charlie yang baru berusia 2 tahun. Keluarga kecil tersebut sedianya tengah menempuh perjalanan liburan menuju North Eleuthera di Kepulauan Bahama.
“Helen dan Adam adalah pasangan cinta sejati yang akan abadi. Kehangatan, kedermawanan, dan kebaikan mereka dalam menyambut siapa saja telah menyentuh banyak jiwa. Kehilangan mereka akan dirasakan sangat dalam oleh semua orang yang mencintai mereka,” tutur Anthony Robinson, saudara laki-laki Adam, dalam ungkapan dukanya.
Selain keluarga Robinson, identitas salah satu pilot pesawat juga mulai terungkap. Co-pilot yang mengendalikan pesawat tersebut teridentifikasi bernama Nathalia Gadelha Filgueiras, seorang pilot wanita muda berusia 20 tahun. Pihak Kantor Sheriff Palm Beach hingga kini masih bekerja sama dengan tim medis untuk melakukan identifikasi resmi seluruh korban melalui proses pengumpulan DNA.
Dugaan Pesawat Hancur di Udara Sebelum Menghantam Tanah
Berdasarkan hasil investigasi awal Komite Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB), pesawat diduga kuat telah mengalami kerusakan atau hancur sebagian saat masih melayang di udara sebelum akhirnya menghantam tanah.
Anggota Dewan NTSB, Tom Chapman, membeberkan kronologi detik-detik terakhir sebelum bencana tersebut terjadi. Pesawat yang lepas landas dari Bandara Internasional Austin-Bergstrom di Texas pada pukul 10.37 waktu setempat itu mendadak menghadapi kendala cuaca buruk saat berada di ketinggian 35.000 kaki.
Pada pukul 12.47 waktu setempat, kru pesawat sempat berkomunikasi dengan menara pengawas lalu lintas udara (ATC) Miami dan melaporkan bahwa mereka mengalami turbulensi sedang serta pembekuan es ringan pada badan pesawat, dengan suhu udara luar mencapai minus 47 derajat Celsius. Tak lama berselang, kru meminta izin untuk menaikkan posisi terbang ke ketinggian 37.000 kaki yang langsung disetujui oleh otoritas penerbangan.
Namun, kurang dari 30 detik setelah mendapat izin naik, situasi berubah menjadi sangat mencekam. Pesawat mendadak menukik turun secara drastis. Sinyal darurat Mayday sempat terpancar dari kokpit bersamaan dengan laporan akhir dari pilot yang menyatakan bahwa pesawat mengalami kondisi kecepatan berlebih atau overspeed condition, sebelum akhirnya transmisi suara terputus total.
Dahsyatnya hantaman pesawat tidak hanya menewaskan seluruh penumpang di dalamnya, tetapi juga melukai seorang warga di darat yang berada di dalam mobil persis di samping area jatuhnya pesawat. Pria tersebut mengalami luka di bagian kaki dan langsung mendapatkan perawatan medis.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


