Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Geger Ambisi Greenland: Belanda Sebut Ancaman Tarif Donald Trump Sebagai Pemerasan Terbuka

Redaksi Prokal • 2026-01-19 15:00:00
Greenland
Greenland

PROKAL.CO- Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan sekutu Eropanya mencapai titik didih baru setelah Menteri Luar Negeri Belanda, David van Weel, melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump. Van Weel secara terang-terangan menyebut ancaman tarif yang diluncurkan Washington terkait sengketa wilayah Greenland sebagai sebuah tindakan pemerasan. Menurutnya, perilaku tersebut sangat tidak pantas dilakukan antarnegara yang tergabung dalam aliansi keamanan, karena justru merusak kepercayaan dan tidak memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas di Greenland.

Prahara ini dipicu oleh pengumuman mengejutkan dari Trump yang berencana memberlakukan tarif masuk sebesar 10 persen pada Februari mendatang bagi sejumlah negara Eropa, termasuk Denmark, Prancis, Jerman, hingga Belanda. Tarif ini diancam akan membengkak menjadi 25 persen dan terus berlaku hingga Amerika Serikat berhasil membeli Greenland. Van Weel mengaku sangat terkejut dengan eskalasi ini, terutama karena niat baik negara-negara Eropa untuk memperkuat keamanan di wilayah tersebut justru dijawab dengan tekanan ekonomi yang agresif oleh Gedung Putih.

Di tingkat domestik Belanda, reaksi keras juga datang dari parlemen. Jesse Klaver, pemimpin aliansi Partai Hijau-Kiri-Buruh, mendesak Eropa untuk tidak tunduk pada gertakan Washington. Ia menekankan perlunya respon yang cepat, bersatu, dan tegas dari Uni Eropa untuk menetapkan batasan terhadap kebijakan transaksional Trump. Senada dengan semangat penguatan keamanan, Menteri Pertahanan Belanda Ruben Brekelmans sebelumnya telah memutuskan untuk mengirim dua perwira dalam misi pengintaian bersama NATO ke Greenland guna memastikan wilayah strategis tersebut tetap aman.

Ambisi Donald Trump untuk menguasai Greenland bukanlah hal baru, namun upayanya kali ini jauh lebih frontal dengan menjadikan instrumen perdagangan sebagai senjata. Trump bersikeras bahwa pulau tersebut sangat krusial bagi keamanan nasional Amerika Serikat. Di sisi lain, otoritas Denmark dan Greenland tetap berdiri tegak menolak klaim tersebut. Mereka memperingatkan AS untuk menghormati integritas teritorial dan kedaulatan otonomi yang telah dimiliki Greenland sejak 2009 sebagai bagian dari Kerajaan Denmark.

Krisis ini kini menempatkan hubungan transatlantik dalam ujian terberatnya. Jika tarif tersebut benar-benar diberlakukan pada Februari nanti, perang dagang antara Amerika Serikat dan sekutu terdekatnya di Eropa tidak dapat dihindarkan lagi. Fokus dunia kini tertuju pada sejauh mana negara-negara Eropa mampu bertahan dari tekanan ekonomi ini demi menjaga kedaulatan wilayah di kutub utara tersebut.(*)

Editor : Indra Zakaria