Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ambisi Perang Bintang Trump: AS Kucurkan Ribuan Triliun untuk Senjata Luar Angkasa 'Golden Dome'

Redaksi Prokal • 2026-02-25 07:50:00

Menteri Perang (dulu Menteri Pertahanan, red) Amerika Serikat, Pete Hegseth.
Menteri Perang (dulu Menteri Pertahanan, red) Amerika Serikat, Pete Hegseth.

WASHINGTON – Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump semakin serius memindahkan medan pertahanan ke orbit bumi. Menteri Perang AS, Pete Hegseth, secara resmi menegaskan kembali rencana ambisius Pentagon untuk menempatkan persenjataan dan sensor canggih di luar angkasa melalui proyek mercusuar bertajuk Golden Dome.

Proyek ini dirancang sebagai sistem pertahanan berlapis yang mengintegrasikan kekuatan di darat, laut, hingga ruang angkasa. Tujuannya adalah menciptakan payung pelindung yang mampu menangkal segala bentuk ancaman rudal dari negara lawan di seluruh penjuru dunia.

"Golden Dome untuk Amerika merupakan sebuah inisiatif revolusioner berupa senjata dan sensor berbasis antariksa. Ini adalah konstelasi terfokus dari sensor dan satelit generasi berikutnya yang akan melihat setiap ancaman dari setiap sudut dunia," kata Hegseth dalam pidatonya di Colorado.

Inisiatif yang pertama kali diluncurkan oleh Presiden Donald Trump pada Mei lalu ini awalnya diperkirakan akan menelan biaya fantastis sebesar 175 miliar dolar AS atau setara dengan Rp2,94 kuadriliun. Namun, angka tersebut diprediksi akan terus membengkak seiring dengan kompleksitas teknologi yang dibutuhkan.

Bahkan, laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa penilaian para ahli independen menunjukkan biaya riil untuk mewujudkan Golden Dome bisa meroket hingga 1,1 triliun dolar AS atau sekitar Rp18,5 kuadriliun. Angka yang luar biasa ini memicu perdebatan mengenai urgensi dan efisiensi anggaran pertahanan Negeri Paman Sam tersebut.

Sesuai dengan peta jalan yang telah disusun, militer Amerika Serikat menargetkan uji coba besar pertama dari sistem pertahanan antariksa ini dapat terlaksana pada akhir tahun 2028 mendatang. (*)

Editor : Indra Zakaria