Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pergeseran Drastis Opini Publik AS: Dukungan untuk Palestina Merdeka Dilevel Tertinggi dalam Dua Dekade

Redaksi Prokal • 2026-02-28 13:53:47

Ilustrasi bendera Palestina. (abdulla alyaqoob/Pixabay)
Ilustrasi bendera Palestina. (abdulla alyaqoob/Pixabay)

WASHINGTON D.C. – Sebuah dinamika baru tengah melanda peta politik Amerika Serikat seiring dengan rilisnya jajak pendapat terbaru dari Gallup yang menunjukkan perubahan signifikan dalam simpati warga Amerika terhadap konflik di Timur Tengah. Berdasarkan hasil penelitian dari panel berbasis probabilitas terbesar di AS tersebut, kini sebanyak 57 persen warga Amerika secara terbuka menyatakan dukungan mereka bagi berdirinya negara Palestina yang merdeka.

Angka ini menjadi sorotan tajam karena hampir menyamai rekor voting serupa yang pernah dilakukan pada tahun 2003 silam. Tren ini menandakan adanya pergeseran cara pandang masyarakat AS terhadap hubungan Israel dan Palestina yang telah berlangsung selama puluhan tahun. "Jajak pendapat ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan yang signifikan dalam sikap warga Amerika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," tulis laporan Gallup tersebut dalam analisis mendalam mereka.

Perpecahan pandangan yang tajam terlihat jelas saat data dibedah berdasarkan afiliasi politik. Di kubu Partai Demokrat, dominasi dukungan terhadap Palestina sangat terasa, di mana 65 persen partisipan menyatakan simpati mereka lebih condong ke Palestina, sementara hanya 17 persen yang masih bertahan memberikan simpati kepada Israel. Kondisi ini berbanding terbalik dengan pemilih Partai Republikan, yang 70 persen di antaranya tetap setia mendukung Israel dibandingkan hanya 13 persen yang bersimpati kepada Palestina.

Namun, yang paling mengejutkan adalah penurunan dukungan di dalam benteng terkuat Israel selama ini. Meskipun selisihnya masih lebar, simpati dari kalangan Partai Republik untuk Israel tercatat merosot hingga 10 poin sejak tahun 2024. Penurunan ini membawa level dukungan Republikan terhadap Israel ke titik terendah sejak tahun 2004, sebuah sinyal bahwa isu ini mulai memicu perdebatan internal di kalangan konservatif.

Kelompok pemilih independen juga menunjukkan tren serupa yang tidak kalah menarik. Jika pada tahun-tahun sebelumnya sebanyak 42 persen suara independen mendukung Israel dan 34 persen mendukung Palestina, data terbaru justru memutarbalikkan keadaan. Saat ini, 41 persen pemilih independen lebih bersimpati kepada Palestina, melampaui 30 persen suara yang masih berpihak pada Israel.

Hasil survei ini memberikan gambaran jelas bahwa narasi konflik di Timur Tengah kini dipandang berbeda oleh publik Amerika, sebuah perubahan yang diprediksi akan memberikan tekanan politik baru bagi kebijakan luar negeri Gedung Putih di masa mendatang. (*)

Editor : Indra Zakaria