Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Menggunting Dalam Lipatan: Tokoh Oposisi Reza Pahlavi Desak Rakyat Iran Turun ke Jalan di Tengah Gempuran AS

Redaksi Prokal • 2026-03-01 00:00:33

Tokoh oposisi Iran Reza Pahlavi. (Istimewa)
Tokoh oposisi Iran Reza Pahlavi. (Istimewa)

PROKAL.CO- Tokoh oposisi utama Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, mengirimkan pesan yang menggetarkan dari luar negeri saat Teheran mulai diguncang ledakan dari operasi militer Amerika Serikat dan Israel. Putra mendiang Shah Iran ini menegaskan bahwa momen krusial untuk mengakhiri kekuasaan Republik Islam telah tiba, dengan dukungan internasional yang kini bukan lagi sekadar wacana.

Melalui platform X, Pahlavi memberikan legitimasi moral atas serangan yang terjadi, dengan menyatakan bahwa intervensi ini bukanlah agresi terhadap kedaulatan negara, melainkan sebuah misi penyelamatan. "Ini adalah intervensi kemanusiaan; dan sasarannya adalah Republik Islam, aparatus penindasannya, dan mesin pembunuhnya; bukan negara dan bangsa Iran yang agung," ujar Pahlavi pada Sabtu (28/2).

Pahlavi mengungkapkan bahwa janji dukungan dari Washington kini telah terwujud secara nyata di lapangan. Namun, ia mengingatkan bahwa kekuatan asing hanyalah pembuka jalan, sementara penentu masa depan tetaplah rakyat Iran sendiri. "Bantuan yang dijanjikan Presiden Amerika Serikat kepada rakyat Iran yang gagah berani kini telah tiba," katanya, sembari menambahkan instruksi yang sangat spesifik bagi para pendukungnya di dalam negeri. "Terlepas dari bantuan ini, kemenangan akhir tetap akan menjadi milik kita. Kitalah, rakyat Iran, yang akan menyelesaikan tugas dalam pertempuran terakhir ini. Waktu untuk kembali turun ke jalan sudah dekat," tegasnya dengan nada optimis.

Di tengah goyahnya stabilitas rezim, Pahlavi juga mengirimkan ultimatum keras sekaligus tawaran rekonsiliasi kepada militer dan aparat keamanan Iran. Ia meminta mereka untuk meninjau kembali sumpah setia mereka dan memilih sisi sejarah yang benar sebelum terlambat. "Anda telah bersumpah untuk menjadi pelindung Iran dan bangsa Iran, bukan pelindung Republik Islam dan para pemimpinnya," ucap Pahlavi dalam pesan lugasnya. Ia mendesak aparat untuk membelot dan membantu transisi kekuasaan demi menghindari kehancuran bersama penguasa saat ini. "Bergabunglah dengan bangsa ini dan bantu memastikan transisi yang stabil dan aman. Jika tidak, Anda akan tenggelam bersama kapal Khamenei dan rezimnya yang rusak," pungkasnya.(*)

Editor : Indra Zakaria