PROKAL.CO- Eskalasi militer di Timur Tengah memasuki babak baru yang mencekam setelah Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, secara resmi mengumumkan bahwa Britania Raya telah memasuki status perang melawan Iran pada Minggu (1/3).
Pengumuman mendadak ini disampaikan tak lama setelah gelombang serangan balasan Iran menghantam sejumlah titik di kawasan Teluk dan Israel. Starmer menegaskan bahwa keterlibatan militer Inggris bukan lagi sekadar dukungan logistik, melainkan operasi tempur aktif yang sedang berlangsung di wilayah udara Iran dan sekitarnya. "Pasukan kami aktif dan pesawat-pesawat Inggris berada di langit hari ini," tegas Starmer dalam pidato daruratnya yang mengejutkan publik internasional.
Langkah drastis London ini diambil sebagai bagian dari strategi militer yang lebih luas bersama Amerika Serikat dan Israel untuk melumpuhkan kemampuan ofensif Teheran. Starmer menyatakan bahwa pengerahan armada tempur udara Royal Air Force (RAF) merupakan respons yang tak terelakkan demi menjaga stabilitas kawasan yang kini berada di ujung tanduk.
Menurutnya, operasi ini dilakukan secara terkoordinasi untuk memitigasi ancaman rudal dan drone yang diluncurkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). "Ini adalah bagian dari operasi pertahanan regional terkoordinasi untuk melindungi rakyat kami, kepentingan kami, dan sekutu kami," tambah Starmer.
Keterlibatan langsung Inggris ini diprediksi akan mengubah peta konfrontasi di Timur Tengah, mengingat Inggris memiliki sejumlah aset militer strategis di Siprus dan pangkalan laut di wilayah Teluk. Pengumuman "perang" ini juga menandai pergeseran tajam diplomasi Eropa, di mana Inggris kini berdiri di garis depan bersama Washington dalam upaya penggulingan rezim di Teheran. Sementara itu, reaksi di dalam negeri Inggris mulai terbelah, dengan sejumlah faksi politik mempertanyakan risiko keamanan nasional yang mungkin timbul akibat keterlibatan langsung dalam konflik yang kini meluas secara regional.
Seiring dengan pesawat-pesawat tempur Inggris yang mulai beroperasi di langit Iran, dunia kini menantikan bagaimana Teheran akan merespons masuknya kekuatan besar Eropa ini ke dalam medan tempur. Dengan ditutupnya jalur pelayaran Laut Merah oleh Houthi dan serangan rudal yang terus berjatuhan di negara-negara tetangga, pernyataan Starmer seolah mengunci pintu diplomasi dan membawa dunia pada kenyataan perang terbuka yang lebih luas. Pemerintah Inggris mengimbau seluruh warga negaranya di kawasan terdampak untuk segera mencari perlindungan, karena situasi di lapangan diperkirakan akan memburuk dalam hitungan jam. (*)
Editor : Indra Zakaria