Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tragedi Sekolah Minab Memburuk: 85 Siswi Tewas, Iran Tutup Seluruh Sekolah di Tengah Gempuran

Redaksi Prokal • 2026-03-01 07:15:00

Serangan Israel dan Amerika di ibukota Iran, Teheran.
Serangan Israel dan Amerika di ibukota Iran, Teheran.

PROKAL.CO- Duka mendalam menyelimuti Provinsi Hormozgan setelah jumlah korban tewas akibat serangan udara yang menghantam Sekolah Dasar Khusus Putri Shajareh Tayyebeh di Kota Minab dilaporkan meningkat tajam. Otoritas setempat mengonfirmasi pada Sabtu (28/2) bahwa sedikitnya 85 siswi telah gugur dalam insiden tersebut.

Laporan dari Kantor Berita Tasnim menyebutkan bahwa proses evakuasi di bawah reruntuhan masih terus berlangsung, sementara fasilitas medis setempat kewalahan menangani korban luka yang berada dalam kondisi kritis. Serangan mematikan ini terjadi di tengah gelombang agresi udara Amerika Serikat dan Israel yang menyasar berbagai wilayah kedaulatan Iran, termasuk pusat pemerintahan di Teheran.

Tragedi di Minab ini menjadi pemicu utama bagi militer Iran untuk melancarkan serangan balasan yang lebih agresif. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa tindakan Israel dan AS terhadap sasaran sipil merupakan kesalahan strategis yang fatal. Perwakilan IRGC menyatakan dengan tegas bahwa pihak Israel telah "salah perhitungan" dengan menyerang wilayah Iran dan menargetkan fasilitas pendidikan. Sebagai respons instan, hujan rudal balistik Iran segera diarahkan untuk melumpuhkan infrastruktur militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah serta pusat-pusat komando di wilayah Israel.

Guna melindungi keselamatan warga sipil, terutama generasi muda, pemerintah Iran mengambil langkah darurat dengan membekukan aktivitas pendidikan secara tatap muka. Melansir laporan dari kantor berita ISNA yang mengutip pernyataan resmi Kementerian Pendidikan Iran, seluruh sekolah di wilayah Iran kini diperintahkan untuk ditutup atau dialihkan ke sistem pembelajaran daring sepenuhnya.

"Sekolah-sekolah di Iran telah ditutup untuk sementara waktu sebagai langkah antisipasi di tengah serangan agresif AS dan Israel," tulis laporan tersebut. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa fasilitas publik lainnya bisa menjadi target serangan berikutnya.

Situasi di lapangan kini sangat mencekam, di mana narasi perang dari kedua belah pihak semakin mengesampingkan jalur diplomasi. Bagi rakyat Iran, jatuhnya 85 nyawa siswi di Minab bukan sekadar angka statistik, melainkan simbol penderitaan warga sipil yang terjepit di tengah ambisi militer kekuatan besar. Dengan ditutupnya sekolah-sekolah di seluruh negeri, suasana di kota-kota besar Iran tampak lengang namun penuh ketegangan, seiring dengan kesiapan pertahanan udara nasional dalam menghadapi kemungkinan gelombang serangan udara susulan dari koalisi pimpinan Washington. (*)

Editor : Indra Zakaria