Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Iran Klaim Tewaskan 560 Tentara AS: Pangkalan Militer di Teluk Dilaporkan Lumpuh Total

Redaksi Prokal • 2026-03-03 01:15:31

Serangan Iran ke Israel dan situs militer Amerika Serikat di kawasan Arab.
Serangan Iran ke Israel dan situs militer Amerika Serikat di kawasan Arab.

TEHERAN – Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah pihak militer Iran merilis pernyataan mengejutkan terkait hasil operasi serangan balasan mereka terhadap aset-aset Amerika Serikat. Dalam pengumuman resminya, Iran mengonfirmasi bahwa serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 560 tentara AS yang ditempatkan di kawasan Teluk.

Pihak Teheran mengklaim bahwa kekuatan serangan mereka berhasil melumpuhkan infrastruktur militer utama Amerika Serikat di negara-negara tetangga. "Pangkalan militer AS di Kuwait telah sepenuhnya dinonaktifkan," bunyi pernyataan resmi tersebut, yang juga menambahkan bahwa instalasi militer di Bahrain menjadi sasaran empuk serangan drone yang menyebabkan kerusakan struktural serius.

Tidak hanya menyasar pangkalan darat, Iran juga mengklaim telah berhasil menembus pertahanan laut Amerika Serikat. Mereka menyatakan bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln terkena hantaman langsung dari empat rudal balistik. Laporan ini memicu spekulasi luas mengenai efektivitas sistem pertahanan udara Aegis milik AS dalam menghadapi serangan massal Iran.

Pernyataan ini muncul di tengah perubahan mendadak perilaku diplomatik Presiden Donald Trump yang dinilai mulai "meredam" retorika perangnya. Sejumlah pengamat mencatat bahwa pergeseran sikap ini, ditambah dengan langkah pengamanan ketat yang membawa presiden ke pangkalan militer yang aman, kemungkinan besar dipicu oleh skala kerugian yang dilaporkan tersebut.

Meskipun klaim jumlah korban jiwa dan kerusakan kapal induk ini belum diverifikasi secara independen oleh pihak ketiga atau Pentagon, narasi ini telah menciptakan tekanan psikologis yang besar di kancah internasional. Teheran menegaskan bahwa serangan ini merupakan bukti bahwa kemampuan militer mereka telah melampaui seluruh estimasi intelijen Barat selama ini. (*)

Editor : Indra Zakaria