Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Operation Epic Fury Bisa Berlangsung Selamanya, Trump: Saya Tidak Akan Bosan

Redaksi Prokal • 2026-03-04 05:00:00

Donald Trump
Donald Trump

PROKAL.CO- Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan publik pertamanya di Gedung Putih pasca-serangan gabungan AS-Israel ke Iran. Dalam keterangannya pada Senin waktu setempat, Trump memproyeksikan bahwa kampanye militer yang diberi nama "Operation Epic Fury" tersebut akan memakan waktu sekitar empat hingga lima minggu, namun ia menekankan bahwa Washington siap bertempur dalam jangka waktu yang jauh lebih lama.

Trump menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi atas kekuatan militer Amerika Serikat yang ia klaim sebagai yang terkuat di dunia. "Kami akan menang dengan mudah. Saat ini kami bahkan sudah bergerak lebih cepat dari proyeksi waktu yang ditetapkan. Namun, berapa pun waktu yang dibutuhkan, itu tidak masalah bagi kami," tegasnya di hadapan awak media.

Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban atas spekulasi yang menyebut dirinya mungkin akan kehilangan minat jika konflik di Timur Tengah berubah menjadi perang yang berlarut-larut. Dengan gaya khasnya, Trump menepis anggapan tersebut. "Saya mendengar seseorang menyarankan bahwa saya akan 'bosan' dengan konflik yang berkepanjangan. Saya tidak pernah merasa bosan," ujar sang Presiden.

Menariknya, pernyataan Trump ini tampak sedikit berseberangan dengan nada yang disampaikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth sebelumnya di hari yang sama. Hegseth sempat menyatakan bahwa operasi AS ini tidak akan menjadi "perang tanpa akhir." Namun, Trump segera mempertegas posisinya melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin malam.

Dalam unggahan tersebut, Trump merujuk pada besarnya stok amunisi militer Amerika Serikat sebagai modal utama dalam menghadapi konfrontasi. Ia bahkan melontarkan kalimat provokatif yang menyebut bahwa dengan kekuatan logistik yang ada, "Perang dapat diperjuangkan selamanya."

Retorika "perang selamanya" ini kini memicu kekhawatiran baru di kalangan diplomat internasional. Di tengah jatuhnya ratusan korban jiwa dan hancurnya infrastruktur di Iran, komitmen Trump untuk terus menekan tanpa batasan waktu memperkuat sinyal bahwa Operasi Epic Fury mungkin baru merupakan awal dari babak baru ketidakstabilan global yang sangat panjang.(*)

Editor : Indra Zakaria