Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Puji Sikap Madrid, Presiden Iran Pezeshkian Sebut Spanyol Sebagai "Hati Nurani Barat" yang Tersisa

Redaksi Prokal • 2026-03-05 03:35:22

Presiden Iran Masoud Pezeshkian
Presiden Iran Masoud Pezeshkian

TEHERAN – Di tengah isolasi diplomatik dan tekanan militer yang kian berat, Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara terbuka menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah Spanyol. Pujian ini dilontarkan menyusul sikap tegas Madrid yang konsisten menentang agresi militer koalisi Amerika Serikat dan Israel, serta pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Presiden Pezeshkian menilai bahwa posisi politik yang diambil oleh Spanyol merupakan preseden penting bagi negara-negara Eropa lainnya di tengah konflik yang tengah berkecamuk.

“Perilaku bertanggung jawab Spanyol dalam menentang pelanggaran hak asasi manusia dan agresi militer yang terang-terangan oleh koalisi Zionis-Amerika terhadap berbagai negara, termasuk Iran, menunjukkan bahwa etika dan hati nurani yang terbangun masih ada di Barat,” ujar Pezeshkian dalam pernyataan resminya hari ini.

Komentar ini merujuk pada keengganan Madrid untuk terlibat dalam eskalasi militer yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump, serta kritik vokal para pejabat Spanyol terhadap korban sipil yang jatuh akibat serangan udara koalisi. Pezeshkian secara khusus menyoroti bahwa di saat banyak negara Barat lainnya memberikan dukungan penuh atau memilih diam, Spanyol tetap berdiri pada prinsip-prinsip kemanusiaan.

“Saya memuji para pejabat Spanyol atas pendirian mereka yang teguh,” tambahnya, menegaskan bahwa Iran melihat Madrid sebagai mitra dialog yang rasional di benua Eropa.

Apresiasi ini muncul di saat ketegangan antara Teheran dan Washington berada pada titik didih. Pernyataan Pezeshkian dipandang sebagai upaya diplomasi "pintu belakang" untuk mempertahankan hubungan dengan elemen-elemen di Uni Eropa yang tidak setuju dengan kebijakan perang total. Spanyol sendiri, dalam beberapa bulan terakhir, memang kerap menyuarakan perlunya de-eskalasi dan penghormatan terhadap hukum internasional sebagai satu-satunya jalan keluar dari krisis keamanan global saat ini.

Langkah Iran memuji Spanyol ini diperkirakan akan memicu diskusi hangat di markas besar NATO dan Uni Eropa mengenai kesatuan sikap Barat terhadap krisis Iran yang kian meluas. (*)

Editor : Indra Zakaria