Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Mantan PM Qatar Bilang : Jika Negara Arab Perang dengan Iran, Amerika Akan Mundur dan Berubah Jadi Penjual Senjata

Redaksi Prokal • 2026-03-10 12:15:00

 Hamad bin Jassim:
Hamad bin Jassim:

QATAR- Mantan Perdana Menteri Qatar, Syekh Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani, memberikan pernyataan tajam terkait dinamika ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah. Ia memperingatkan negara-negara di kawasan agar tidak terjebak dalam pusaran konflik yang menurutnya justru akan menguntungkan pihak luar dan melemahkan stabilitas regional secara permanen.

Hamad bin Jassim memprediksi bahwa jika perang terbuka benar-benar pecah, Amerika Serikat kemungkinan besar akan menarik diri dari medan tempur langsung dan beralih peran menjadi "pedagang senjata" yang menyuplai kedua belah pihak. Menurutnya, skenario ini bertujuan untuk menguras habis sumber daya ekonomi dan kekuatan militer dari kedua kubu yang bertikai.

"Sumber daya kita akan terkuras habis untuk menjatuhkan kedua belah pihak. Begitu keduanya jatuh, akan menjadi sangat mudah untuk mewujudkan proyek 'Israel Raya' (Greater Israel)," ungkapnya dalam sebuah pernyataan yang menyoroti dimensi geopolitik jangka panjang dari konflik tersebut.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan negara-negara Arab dalam perang tersebut hanya akan membawa kerugian besar. Alih-alih memihak atau ikut serta dalam pertempuran, Hamad bin Jassim menyarankan agar kawasan tetap berada di luar konflik dan membiarkan pihak-pihak yang berseteru menyelesaikannya sendiri tanpa harus mengorbankan stabilitas regional.

Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran mendalam terhadap pola intervensi asing yang sering kali meninggalkan kehancuran di Timur Tengah. Ia menekankan bahwa kepentingan utama negara-negara di kawasan saat ini adalah menjaga kedaulatan dan mencegah agar kekayaan serta sumber daya mereka tidak habis sia-sia dalam perang yang hanya akan menguntungkan agenda pihak ketiga.(*)

Editor : Indra Zakaria