Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Presiden Pezeshkian Janjikan "Pembalasan Keras" Atas Tewasnya Ali Larijani

Redaksi Prokal • 2026-03-18 12:30:00

Masoud Pezeshkian
Masoud Pezeshkian

TEHERAN – Eskalasi ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengeluarkan pernyataan resmi yang sangat keras pada Selasa (17/3). Pezeshkian menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak akan tinggal diam dan bakal meluncurkan respons mematikan atas tewasnya tokoh kunci keamanan nasional, Ali Larijani.

Pernyataan yang dirilis melalui kantor kepresidenan tersebut muncul tak lama setelah kabar duka menyelimuti Teheran. Ali Larijani, yang dikenal sebagai sosok vital dalam struktur strategis Iran, dilaporkan gugur dalam sebuah serangan yang mengguncang jantung ibu kota.

Kematian Larijani pertama kali diembuskan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Dalam keterangannya, Katz menyebutkan bahwa Larijani tewas akibat operasi serangan yang menargetkan Teheran.

Informasi sensitif ini kemudian dikonfirmasi oleh pihak kantor Larijani, yang membenarkan bahwa sang pejabat penting telah berpulang. Kepergian Larijani menjadi pukulan telak bagi Iran, mengingat perannya yang krusial dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional selama bertahun-tahun.

Presiden Pezeshkian tidak menutupi kemarahannya. Dengan nada bicara yang tegas, ia mengutuk keras aksi yang disebutnya sebagai tindakan terorisme pengecut. Ia memastikan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tumpahnya darah di tanah suci Iran akan menghadapi konsekuensi yang sangat berat.

"Tentu saja, pembalasan keras menanti para teroris kriminal yang, selama agresi mereka, menumpahkan darah para martir dari tanah suci Iran," tegas Pezeshkian dalam pernyataan resminya.

Ia juga menyampaikan duka cita mendalam kepada bangsa Iran, menyebut Larijani sebagai pahlawan yang dedikasinya terhadap kedaulatan negara tidak tergantikan. "Kepergiannya adalah kehilangan besar, namun semangat perlawanannya akan terus mengalir dalam setiap tindakan balasan yang kami ambil," tambahnya.

Hingga saat ini, komunitas internasional terus memantau pergerakan militer di kawasan tersebut. Retorika "pembalasan keras" dari Teheran sering kali diikuti dengan aksi nyata, yang memicu kekhawatiran akan terjadinya perang terbuka yang lebih luas di kawasan tersebut.

Pihak keamanan Iran dikabarkan tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk memetakan celah keamanan yang memungkinkan serangan tersebut terjadi di wilayah kedaulatan mereka. (*)

Editor : Indra Zakaria