PUERTO LEGUIZAMO – Duka mendalam menyelimuti Kolombia setelah sebuah pesawat kargo militer jenis Hercules C-130 jatuh sesaat setelah lepas landas di wilayah selatan yang terpencil, Senin (23/3/2026). Insiden memilukan ini merenggut sedikitnya 34 nyawa dan melukai puluhan personel militer lainnya di tengah hutan Amazon yang sulit dijangkau.
Pesawat nahas tersebut membawa total 125 orang sebelum menghantam bumi di Puerto Leguizamo, provinsi Putumayo—sebuah kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan Peru dan Ekuador. Lokasi jatuhnya pesawat dilaporkan hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari titik landasan pacu.
Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sanchez, mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini diperburuk oleh situasi di dalam kabin sebelum pesawat menyentuh tanah.
“Terjadi kebakaran di dalam pesawat yang kemudian memicu ledakan amunisi yang sedang diangkut,” ujar Sanchez melalui pernyataannya di platform X.
Meskipun wilayah tersebut dikenal rawan konflik, Sanchez menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada indikasi serangan dari kelompok bersenjata ilegal. Murni sebuah kecelakaan teknis yang tragis.
Gubernur Putumayo, Jhon Gabriel Molina, menyampaikan bahwa proses evakuasi berlangsung dramatis. Dari puluhan korban jiwa, sebanyak 21 jenazah masih dalam proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, Komandan Angkatan Udara Kolombia, Carlos Fernando Silva, segera mengerahkan dua pesawat evakuasi medis khusus dengan kapasitas 74 tempat tidur untuk membawa korban luka kritis ke rumah sakit di ibu kota Bogota.
Pesawat Lockheed Martin Hercules C-130 yang terlibat dalam insiden ini merupakan tulang punggung transportasi militer Kolombia sejak akhir 1960-an. Meski pemerintah telah melakukan modernisasi armada dengan unit-unit terbaru dari Amerika Serikat, kecelakaan ini kembali memicu diskusi mengenai kelaikan alutsista di kawasan Amerika Selatan.
Tragedi ini menjadi pukulan telak kedua bagi penerbangan militer di wilayah tersebut dalam waktu singkat. Belum genap sebulan yang lalu, insiden serupa menimpa pesawat Hercules milik Angkatan Udara Bolivia di El Alto yang menewaskan lebih dari 20 orang. Kini, otoritas penerbangan Kolombia tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang memicu ledakan maut di udara tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria