Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ancaman Karhutla Mengintai: BMKG Rilis Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis di Kalbar

R
Ilustrasi kekeringan.
Ilustrasi kekeringan.

Advertisement

 
PONTIANAK — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Kalimantan Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kekeringan dan lonjakan titik panas. Berdasarkan prakiraan Stasiun Klimatologi Kalbar, curah hujan di seluruh wilayah tersebut diprediksi masih berada dalam kategori rendah hingga memasuki awal Agustus 2026.

Ancaman kekeringan meteorologis akibat minimnya curah hujan dalam durasi yang panjang ini secara khusus menyasar wilayah Kayong Utara dan Ketapang. Pada dasarian pertama Agustus, curah hujan di Kalbar secara umum diprediksi sangat minim, yakni hanya berkisar antara 0 hingga 50 milimeter per dasarian dengan sifat hujan berada di bawah normal. Kondisi ini melanjutkan tren dari akhir Juli, di mana pengamatan Hari Tanpa Hujan (HTH) mencatat periode kering hingga kategori menengah. Bahkan, rekor HTH terpanjang terdeteksi di Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, yang mengalami masa tanpa hujan hingga 33 hari berturut-turut.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas 1 Supadio, Septikasari, memaparkan bahwa gambaran cuaca di Kalbar saat ini didominasi kondisi berawan hingga cerah berawan, meski masih ada potensi hujan lokal berintensitas ringan hingga sedang secara tidak merata. Kendati demikian, penurunan potensi hujan yang berpadu dengan lonjakan suhu udara berisiko tinggi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam sepekan ke depan.

Advertisement

Mengingat tingginya potensi timbulnya titik panas di tengah kondisi lahan yang kian mengering, BMKG meminta masyarakat serta seluruh pihak terkait untuk lebih berhati-hati. Pihaknya mengimbau secara tegas agar tidak ada aktivitas pembersihan lahan atau kegiatan apa pun yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kabar Baik dari Kalbar: Titik Panas Karhutla Melandai Jadi 29, Ketapang Masih Mendominasi

Kabar Baik dari Kalbar: Titik Panas Karhutla Melandai Jadi 29, Ketapang Masih Mendominasi

Petugas Polsek Sekayam bersama personel BKO Korbrimob Polri, Manggala Agni dan masyarakat melakukan pengecekan titik panas (hotspot) di Dusu

Presiden dan Gubernur Digugat Class Action, Warga Kalbar Tuntut Status Bencana Nasional

Presiden dan Gubernur Digugat Class Action, Warga Kalbar Tuntut Status Bencana Nasional

Lumpuh Akibat Asap Pekat: Presiden dan Gubernur Digugat Class Action, Warga Kalbar Tuntut Status Bencana Nasional PONTIANAK — Asap pekat keb

Asa Hujan hingga 22 September di Tengah Asap Pekat yang Lumpuhkan Operasi Udara Karhutla Kalbar

Asa Hujan hingga 22 September di Tengah Asap Pekat yang Lumpuhkan Operasi Udara Karhutla Kalbar

PONTIANAK — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) terus diupayakan di tengah bayang-bayang potensi hu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer