Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

GEGER SEKAMPUNG..!! Siswi SMP Ketapang Melahirkan di WC Sekolah

izak-Indra Zakaria • 2021-10-28 14:16:29
Ilustrasi jawapos.com
Ilustrasi jawapos.com

Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Ketapang, melahirkan di toilet sekolah. Kabar tersebut sempat viral di media sosial YouTube pada Minggu (24/10). Berdasarkan keterangan dalam video ilustrasi tersebut, peristiwa itu terjadi saat jam sekolah sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, Jahilin, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kejadian itu terjadi di salah satu SMP di Kota Ketapang pada Jumat (22/10). “Informasi yang kami peroleh dari kepala sekolah dan seorang guru memang benar. Seorang siswi kelas 3 SMP tersebut melahirkan di WC tanggal 22 Oktober,” kata Jahilin.

Dia menjelaskan, atas kejadian itu pihak sekolah, guru, wali kelas, dan kepala sekolah langsung menangani siswi tersebut dengan membawa ke bidan terdekat. “Dan pada hari itu juga dijemput orangtua siswa tersebut dengan calon suami ataupun suami daripada siswa tersebut,” jelasnya seperti diberitakan pontianakpost.co.id.

Jahilin menilai, kejadian ini terjadi karena siswi yang bersangkutan itu tidak pernah melapor kondisinya ke pihak sekolah. Terlebih lagi siswi itu akan mengikuti ujian dan akan lulus dari SMP. “Kita maklum, karena dua tahun tidak masuk sekolah. Jadi anak-anak tidak terdeteksi oleh kepala sekolah dan guru. Tau-tau masuk sudah berbadan dua,” ungkapnya.

Jahilin menegaskan, pihaknya merasa prihatin karena akibat pandemi Covid-19 seluruh siswa-siswi tidak masuk sekolah. Siswa dan siswi tidak dapat diawasi oleh para guru maupun juga orangtua. “Semoga kejadian ini menjadi pelajaran atau cambuk kita bersama supaya tidak ada lagi anak putus sekolah karena berbadan dua atau terpaksa kawin. Karena umur masih muda jalanilah untuk sekolah lebih diutamakan,” tegasnya.

Mengenai nasib siswi tersebut untuk mengikuti ujian, Jahilin mengungkapkan jika yang bersangkutan memiliki kesehatan dan kemampuan untuk mengikuti ujian, maka siswi itu boleh mengikuti ujian. “Kalau pun tidak dia bisa mengikuti program paket B. Dia bisa ikut pendidikan penyetaraan paket B karena dia SMP. Dan paket C nanti kalau SMA,” pungkasnya. (afi)

Editor : izak-Indra Zakaria