Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Warga Kalbar Sudah Ngga Sabar Punya Jalan Tol

izak-Indra Zakaria • 2022-03-21 12:32:05
Di Kalimantan baru Kaltim yang punya jalan tol. Yakni tol Balikpapan-Samarinda. Warga Kalbar punya harapan besar untuk dibangun jalan tol di Kalbar.
Di Kalimantan baru Kaltim yang punya jalan tol. Yakni tol Balikpapan-Samarinda. Warga Kalbar punya harapan besar untuk dibangun jalan tol di Kalbar.

Jalur lalu lintas bebas hambatan  menjadi harapan para pengguna kendaraan roda dua, empat, dan enam di Kalimantan Barat. Jalan tol bebas hambatan menjadi salah satu solusi untuk mempercepat akses keluar masuk dan percepatan pembangunan satu wilayah. Masyarakat juga membutuhkan multifier efeknya, demi mengangkat roda perekonomian dapurnya?

DENY HAMDANI, PONTIANAK.

  

KENDARAAN-kendaraan roda enam dan empat, pengangkut bahan-bahan kebutuhan pokok berhenti berlalu lalang. Jalan yang terletak pada jalur perbatasan antara jalan di Batu Layang, Kota Pontianak dengan Wajok, Kabupaten Mempawah sedang macet. Macet memanjang beberapa kilometer panjangnya.

Kendaraan-kendaraan tersebut terhenti karena sedang menunggu antrian lewat dari pengatur orang proyek di depan. Kebetulan di beberapa titik sedang dikerjakan pembangunan beberapa proyek jembatan.

Antrean macet dapat berlangsung lama. Membutuhkan waktu 60, 120 sampai 300 menit. Barulah mobil roda empat dan enam, bisa bebas keluar hingga ke jalur tanpa macet. Pemandangan macet sebenarnya sering dikeluhkan para sopir. Bahkan, pada hari tertentu menjelang weekend, khususnya hari Sabtu dan Minggu. Macet sepertinya sudah seperti menjadi pemandangan biasa.

Masyarakat sekitar yang berdagang di pinggir jalan memperkirakan tidak lebarnya jalan perbatasan Kota Pontianak menuju Kabupaten Mempawah menjadi penyebabnya, selain pengerjaan proyek jembatan. Jalan nasional tersebut memang kecil. Lebarnya berkisar 6 meter lebih. Hanya memiliki sisi dua jalur saja dilewati kendaraan. Tentu saja, dengan bertambahnya jumlah kendaraan, jalan negara harus dilebarkan.

“Kalau ada pengerjaan proyek jembatan memang sering macet bang. Namun, juga pernah macet, karena lebarnya jalan hanya dapat dilalui dua jalur kendaraan saja. Sementara kendaraan saling berebut lewat,” kata Ahmad (45), seorang pemilik lapak makanan di pinggir jalan dekat daerah Batu Layang di Kota Pontianak.

Ahmad yang sudah berjualan makanan dan lauk pauk lebih dari 10 tahun, hapal betul jam kemacetan jalan. Di waktu tertentu sering macet. Pemandangan macet, sampai membuat sopir-sopir sering berhenti di lapaknya untuk sekedar menganjal perut. Entah itu minum kopi, teh es, membeli air mineral atau mengisi perut dengan makanan berat.

“Biasanya banyak supir dan pengemudi kendaraan roda empat dan enam berhenti meminggirkan kendaraan mereka sambil berehat di tempat saya. Kebetulan ada tanah agak kedalam letaknya, dapat dipakai untuk parkir sementara.  Tujuan mereka berhenti menunggu kemacetan mengendur dan sekedar menyeduh kopi,” katanya beberapa waktu lalu.

Ahmad merasa beruntung apabila ada kemacetan. Sebab, meja lapak dagangannya yang terletak di berada di bibir jalan negara dan sedikit masuk ke dalam sering penuh. Para pengemudi kendaraan dan keluarganya sering berhenti. Dampaknya barang dagangan ikut laris manis. Istilahnya dibalik kemacetan, ada rejeki pedagang kecil.

Pun demikian, sesama pedagang lain seperti penjual BBM (Bahan Bakar Minyak) dengan pertamina mini hingga penjual buah-buahan. Ada saja sopir berhenti. Entah untuk mengisi bahan bakar, membeli barang dagangan sampai kemacetan dapat diurai.

“Rejeki tetap ada yang mengatur dan macet sering menjadi berkah kami. Sebab, banyak sopir berhenti,” kata bapak tiga anak ini.

Sementara, Aminah pemilik lahan pinggir jalan di Sungai Kunyit tidak jauh dari akses Pelabuhan Kijing, Mempawah dibangun berharap nantinya pelebaran Jalan Tol akan mendatangkan manfaat bagi kafe atau warung kecilnya. Apalagi lokasi rumahnya, di pinggir jalan negara sudah beberapa kali coba disewa para pekerja proyek Pelabuhan Kijing. Namun, dia menolak halus karena lebih memilih berjualan makanan dan minuman.

“Memang mau disewa tetapi saya tolak. Sekarang saja, kafe saya sering menjadi tempat nongkrong para pekerja proyek pelabuhan, selain warga sekitar. Pastinya kalau sudah lebar, bakalan makin ramai. Harapan saya, tempat saya akan menjadi akses persinggahan sopir-sopir,” katanya singkat.

Pemikiran bisnis Aminah, demi tetap mengepulkan dapur rumahnya, juga diikuti Andre. Mantan pekerja bank swasta di Kota Pontianak ini lebih memilih balik kampung ke Mempawah dan memanfaatkan lahan di bibir jalan, milik orang tuanya. Dia berjualan makanan ringan, khas dari beberapa daerah di Kalbar.

“Lumayan ramai, kalau tidak ada pandemi COVID-19 bisa membludak. Tetapi saya optimis, akses jalan yang dilebarkan akan mendatangkan rejeki buat saya dan keluarga. Apalagi, hanya aneka makanan ringan dari Kalbar dan khas lokal yang saya jual. Sering kali pengemudi kendaraan roda empat bersama keluarganya berhenti,” ucapnya.

Dia pun sama berharap bahwa akses Jalan Tol bebas hambatan, akan menjadikan tempatnya semakin ramai disinggahi masyarakat. “Mudah-mudahan pelebaran jalan akan menjadikan tempat saya terus dikunjungi,” pinta Andre.

Terpisah,Wakil Ketua V DPR, Haji Syarif Abdullah Alkadrie mengatakan kemacetan ruas jalan negara yang kecil dibandingkan jalan-jalan di Pulau Jawa, dan Sumatera memang membutuhkan pelebaran. Solusinya adalah Jalan Tol bebas hambatan. Kalimantan Barat, sudah waktunya  memiliki akses Jalan Tol lebar, penghubung cepat Kota Pontianak-Mempawah sampai ke Kota Singkawang. Pemprov Kalbar, Pemkot Pontianak, Pemkot Singkawang sudah menjawabnya beberapa waktu lalu.

“Jalan Tol. Insha Allah sudah punya FS (Feasibility Study). Kemarin juga sudah dilelang. Dalam waktu tidak lama lagi, jalan Pontianak-Kijing, Mempawah lanjutan dapat dikerjakan,” katanya kemarin.

Menurut Syarif, akses perkembangan Kalbar ke depan termasuk Pelabuhan Kijing, Internasional terealisasi di Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah membutuhkan akses jalan tol. Diprediksi ke depannya, di area Pelabuhan Kijing Mempawah bakalan ramai hiruk pikuk kendaraan dan masyarakat.

“Kalau Pelabuhan Kijing Internasional, Sungai Kunyit beraktivitas tentu akan menimbulkan kemacetan. Makanya dibutuhkan pengurai macet yakni akses jalan tol dilebarkan hingga dapat dilewati beberapa ruas kendaraan,” katanya.

Akses jalan bakalan memberikan banyak manfaat. Misalnya tahap pertama diselesaikan dari akses  Pontianak-Mempawah kemudian Singkawang aksesnya dapat ditempuh  dengan jalan tol. Jarak tempuh juga menjadi singkat. Melalui lewat jalur darat, biasanya jarak tempuh bisa tiga hingga empat jam. “Nah kalau ada tol, Pontianak-Mempawah-Singkawang bisa ditempuh dalam waktu satu jam saja,” kata politisi dari daerah pemilihan Kalbar satu ini.

Manfaat lain kehadiran tol yakni dapat menghidupkan kawasan sekitar. Dari Pontianak-Mempawah- Singkawang harus melewati beberapa daerah. Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Bengkayang ikut dilewati. Jelas saja kehidupan ekonomi masyarakat sekitar akan bereaksi hidup. Aktivitas perekonomian di wilayah sekitar juga akan berkembang dan padat.

Baca Juga :  Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berlaku

Manfaat lainnya, lanjut Ketua DPW Nasdem Kalbar ini, akan semakin banyak wisatawan yang akan berkunjungan ke wilayah utara Kalbar, terutama akses wisata ke Kota Singkawang. Selain  wisatawan lokal juga bisa jadi wisatawan mancanegara bakalan datang berbondong-bondong. Ini karena jarak tempuh semakin singkat dan akses jalan darat dipermudah. Apalagi pamor Kota Singkawang, sudah banyak dikenal hingga ke mancanegara dengan beragam even wisatanya.“Akses cepat ke Kabupaten Sambas dan sekitar, jarak tempuhnya akan semakin dekat,” ucap dia.

Lebih lanjut dikatakannya, konsep jalan tol adalah tanpa hambatan. Untuk pendanaan pembangunan, bisa saja nantinya diijual kepada pihak ketiga atau BUMN.

“Tol kan memang berbayar tetapi lebih cepat akses tanpa hambatan. Hanya memang investasinya besar. Sementara tidak mungkin menganggu APBN secara keseluruhan. Makanya bisa dibangun pihak ketiga,” jelasnya.

Untuk sementara, katanya, memang Feasibility Study Jalan Tol baru sampai Pontianak-Kijing, Mempawah. Namun nantinya dapat dilanjutkan dan mungkin setelah pemerintahan baru berjalan. Pastinya akses jalan tol Pontianak-Mempawah hingga ke Sambas bakalan lebih ramai dibandingkan di Kaltim yakni Samarinda-Balikpapan.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menyebutkan bahwa pemerintah akan membangun jalan tol kedua di Kalimantan Barat, menghubungkan wilayah Pontianak ke Pelabuhan Kijing.

“Harapannya jalan tol ini dapat menjadi rencana pengembangan wilayah kawasan industri, mengakomodir distribusi komoditas, dan mengakomodir lalu lintas kendaraan pribadi. Tentunya dapat membantu akses percepatan ekspor komoditas utama Kalbar seperti kelapa sawit dan pertambangan dengan produksi terbanyak ialah bauksit,” kata dia akhir Desember 2021 kemarin.

Jalan tol yang dihubungkan dengan pengembangan Pelabuhan Kijing, Mempawah adalah salah satu dari tiga proyek pengembangan di Kalimantan Barat. Pelabuhan ini berlokasi di Kijing, daerah di antara Singkawang dan Mempawah. Potensi komoditas  melewati pelabuhan dari kelapa sawit, bauksit, karet, kayu, dan consumer goods.

Untuk Studi Kelayakan Jalan Tol di Kalbar disusun oleh Direktorat Jalan Bebas Hambatan Ditjen Bina Marga, ruas Pontianak – Kijing diusulkan untuk dilanjutkan hingga Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas dengan pembangunan bertahap. Adapun mulai tahap pertama yaitu ruas Pontianak-Mempawah. Tahap kedua Mempawah-Kijing-Singkawang, dan tahap terakhir yaitu ruas Singkawang-Sambas.

Nantinya, dengan penambahan panjang ruas hingga Kota Singkawang, diharapkan dapat mengakomodir lalu lintas kendaraan terutama kendaraan berat menuju kawasan perindustrian, perkebunan, peternakan, dan pertambangan di Kota Singkawang.

“Apalagi Kota Singkawang memiliki banyak kawasan Pariwisata seperti Pasir Panjang dan termasuk dalam kawasan strategis pariwisata di Kalbar,” tukasnya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Sugiyartanto memprediksi ruas-ruas jalan akan mendapat perhatian serius ke depan. Diantaranya pembangunan tol Pontianak-Singkawang di Kalimantan Barat. Selain memang karena keberadaan Pelabuhan Kijing di Mempawah. Posisi Pontianak sebagai ibukota Kalbar sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dinilai  memenuhi persyaratan pembangunan jalan tol sepanjang 144 kilometer ini. Sebab mengandalkan transportasi darat dari jalan nasional sekarang terlalu kecil.

“Tentunya berkontribusi terhadap kegiatan di sana bakalan jadi mahal karena waktu tempuh yang cukup lama,” ucapnya beberapa waktu lalu. (*)

Editor : izak-Indra Zakaria