Yohanes Telajan, kepala Kecamatan (Camat) Putussibau Utara menyampaikan bahwa di wilayahnya memang ada pembangunan listrik di beberapa desanya, pembangunan tersebut sudah dilakukan sejak 2022. Namun dirinya juga kurang mengerti mengapa hingga saat ini, listrik yang sudah dibangun tersebut tak kunjung menyala.
"Secara teknis kita tidak tahu kenapa listrik yang sudah dibangun tak kunjung menyala? Tetapi masyarakat banyak mengeluh karena listrik tersebut sudah lama dibangun dari tahun 2022," ungkapnya.
Yohanes mengatakan, jika dilihat secara langsung, pembangunan listrik tersebut sudah siap untuk dinyalakan. Kalau pun memang ada kendala dari PLN dalam memfungsikan listrik, menurutnya, dapat diberitahukan kepada masyarakat.
"Karena masyarakat sangat membutuhkan aliran listrik. Kita harapkan tiang-tiang yang sudah dibangun tersebut agar cepat teraliri listrik," ujarnya.
Sementara Wakil Bupati (Wabup) Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat menyampaikan agar PLN segera memfungsikan listrik yang sudah dibangun tersebut.
"Paling tidak dari PLN melakukan sosialisasi terlebih dahulu, apa kendala, sehingga tiang listrik yang dibangun tersebut belum bisa dialiri?" ungkapnya.
Dengan belum teraliri listrik ini, pihaknya sangat mengharapkan dari PLN agar menyampaikan juga kepada Pemerintah Daerah. "Jangan sampai akibat dari listrik yang belum menyala ini, banyak opini-opini yang berkembang di masyarakat," pungkasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun media, terdapat beberapa desa yang sudah siap nyala, tapi belum dinyalakan PLN ULP Putussibau. Desa-desa tersebut yakni Permata, Desa Senunuk, Desa Sungai Uluk Palin, Desa Benua Tengah, Desa Lauk, dan Desa Desa Setulang.
Sementara dari pihak PLN Putussibau saat ditemui media ini tidak ada satu pun pejabat yang bisa dimintai keterangan karena masih berada diluar. (fik)