Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Harisson menyampaikan rasa bangganya karena salah satu wastra khas Kalbar yakni Tenun Ikat (Pantang) berhasil menjadi perhatian dunia. Itu karena, tenun asli daerah Kabupaten Sintang tersebut, digunakan sebagai bahan utama pakaian resmi Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi), kepala negara, dan delegasi (tamu VVIP) yang hadir pada sambutan makan malam (welcoming dinner) KTT World Water Forum ke-10 di Taman Budaya, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, Minggu (19/5) malam.
Dalam forum internasional tersebut, Presiden Jokowi yang mengenakan pakaian berbahan tenun Ikat Sintang dominan coklat, menyambut langsung satu per satu kepala negara, dan delegasi yang hadir.
Adapun para kepala negara yang hadir antara lain Deputy Prime Minister Papua Nugini John Rosso, Deputy Prime Minister of Malaysia Dato Sri Haji Najib Razak, Prime Minister of the Republic of Tajikistan Qohir Rasulzoda, President of Sri Lanka Ranil Wickremesinghe, Prime Minister of the Republic of Fiji Ratu Wiliam Katonivere, dan Minister of Energy and Infrastructure of the United Arab Emirates juga turut hadir dalam welcoming dinner tersebut.
Selain itu hadir pula Former President of Hungary Janos Ader, President United Nations General Assembly Dennis Francis, Special Envoy of the President of France for One Water Summit Barbara Pompili, dan Presiden World Water Council (WWC) Loïc Fauchon. Dimana semuanya mengenakan pakain serupa berbahan tenun Ikat Sintang.
"Jadi tenunan dari Kalbar (tenun ikat) untuk dunia, seluruh delegasi termasuk Pak Presiden pakai tenun Ikat Sintang malam ini (tadi malam) di Gala Dinner KTT World Water Forum," ungkap Harisson.
Harisson menjelaskan, sebelumnya tenun Ikat Sintang, dan beberapa tenun lain se-Indonesia telah dikurasi oleh panitia forum internasional tersebut. Hingga akhirnya berhasil masuk dalam konsep, untuk dijadikan seragam pelaksanaan acara KTT World Water Forum ke-10 di Bali.
Dan tenun Ikat Sintang hasil kurasi masuk untuk seragam tamu VVIP. "Jadi baik langsung atau tidak langsung upaya kita (Pemprov) mempromosikan wastra Kalbar mulai menunjukkan hasil. Wastra Kalbar mendunia," katanya.
Selain itu, Harisson mengatakan alat musik sape yang merupakan salah satu musik tradisional Kalbar juga ditampilkan pada acara sambutan makan malam tersebut. Bahkan pemain sape perempuan yang tampil berasal dari Kalbar. “Jadi itu pemain sape kita (Kalbar) waktu (jadi tuan rumah) BIMP-EAGA. Tampil di Gala Dinner BIMP-EAGA (2023),” pungkasnya.
Sementara itu, Pj Ketua Dekranasda Kalbar Windy Prihastari juga menyampaikan rasa bangganya, atas kesempatan tampilnya wastra khas Kalbar yang dikenakan oleh Presiden Jokowi dan para delegasi yang hadir.
“Kita patut berbangga, bahwa Wastra Kalbar bisa tampil di eventinternasional. Kami tentunya mengucapkan terima kasih atas perkenan Bapak Jokowi mengenakan wastra Kalbar,” ujarnya.
Dikatakan Windy, dengan demikian wastra Kalbar akan semakin dikenal, dan mendunia. Tentu hal itu akan memberikan dampak yang luar biasa untuk para perajin tenun di Kalbar.
Tak hanya itu, bahkan musisi muda dari Kalbar juga hadir di acara tersebut untuk menampilkan musik tradisional suku dayak yakni musik sape. “Ini juga sebagai motivasi bagi pemuda Kalbar untuk terus berkarya, dan berprestasi hingga ke tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Windy yang juga Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar itu berharap, dengan berbagai subsektor ekonomi kreatif (ekraf) asal Kalbar yang secara langsung dibantu promosinya oleh Presiden Jokowi, maka bisa dikenal lebih luas lagi, bahkan mendunia.“Kami optimis bahwa ekraf Kalbar mampu mendunia,” tutupnya. (bar)