Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Desa Mandiri di Kalbar Bertambah 202, Tidak Ada Lagi Desa Sangat Tertinggal dan Tertinggal

Syahriani Siregar • 2024-07-04 09:44:33
Harrison
Harrison

Jumlah desa mandiri sesuai Indeks Desa Membangun (IDM) di Kalimantan Barat (Kalbar) kembali meningkat signifikan. Di tahun ini telah terjadi penambahan sebanyak 202 desa mandiri. Dari total 877 desa mandiri di tahun 2023 menjadi 1.079 desa mandiri di tahun 2024.

Di samping itu, di tahun ini Kalbar juga berhasil mengentaskan desa yang berstatus sangat tertinggal dan tertinggal.  Dengan menyisakan sebanyak 472 desa berkembang, dan 495 desa maju, dari total 2.046 desa se-Kalbar. Hasil itu diketahui saat penandatanganan berita acara IDM 2024 di Balai Petitih, Kantor Gubernur, Selasa (2/7).

Dalam kesempatan itu, Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar, Harisson mengungkapkan, capaian tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah provinsi (pemprov) dalam meningkatkan status desa-desa diseluruh kabupaten/kota. Ia berharap desa-desa yang ada semakin mampu menjalankan seluruh tanggung jawab yang diberikan dalam memajukan wilayah masing-masing.

Apalagi, lanjut dia, pada 2024 ini pemerintah pusat telah mengucurkan total sebanyak Rp1,88 triliun untuk alokasi dana desa di Kalbar.“Jangan sampai telah dikucurkan dana desa setiap tahun dengan anggaran yang semakin tahun semakin meningkat akan tetapi desanya tidak maju-maju, habis-habis begitu saja,” pesannya.

Harisson menambahkan, berdasarkan IDM, status kemajuan dan kemandirian desa dijelaskan dengan klasifikasi yang diharapkan dapat memfasilitasi pemahaman tentang situasi dan kondisi desa. Dengan demikian dapat memberikan gambaran dan langkah kebijakan yang harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan kehidupan desa menjadi lebih mandiri dan sejahtera.

“Berbagai indikator tersebut menjadi ukuran dalam menentukan seberapa besar anggaran setiap desa yang diberikan pemerintah. Kita berharap dasar pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD agar arahnya juga mampu meningkatkan status desa,” harapnya. 

Orang nomor satu di Pemprov Kalbar itu menyebutkan, berdasarkan berita acara hasil pemutakhiran data IDM 2024 yang telah ditandatangani, jumlah desa mandiri di Kalbar menjadi 1.079 atau meningkat 202 dari tahun sebelumnya.

Peningkatan status kemandirian desa itu dinilai sangat strategis dan memerlukan upaya dari semua pihak. “Pada 2024 ini, di Kalbar sudah tidak ada lagi desa sangat tertinggal dan tertinggal. Hanya tinggal desa berkembang, maju dan mandiri,” jelasnya. Harisson menambahkan, informasi terkait situasi dan kondisi desa yang tercantum di IDM dapat menjadi acuan berbagai pihak dalam melakukan intervensi, demi percepatan peningkatan status kemandirian desa.

Jika semua indikator yang menjadi syarat dalam kemandirian desa terpenuhi, ia yakin masyarakat di desa tersebut akan lebih cepat sejahtera. “Inilah yang menjadi perhatian bagi pemerintah kabupaten/kota bahkan hingga aparat desa. Dalam penggunaan dana desa supaya memperhatikan indikator-indikator tersebut,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah desa mandiri, serta tidak adanya desa sangat tertinggal dan tertinggal, merupakan hasil kerja bersama seluruh stakeholder terkait.

Hal ini menunjukkan sinergitas yang ada sudah terbangun dengan baik. “Kita patut berbangga bahwa tahun ini Kalbar telah berhasil mengentaskan desa sangat tertinggal, dan tertinggal,” ucapnya. Harisson juga memberikan apresiasi pemprov kepada Pemerintah Kabupaten Sambas yang mampu mengentaskan desa berkembang, sehingga saat ini hanya ada desa maju, dan mandiri. 

Lalu, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah dan Landak juga telah berhasil mengentaskan desa sangat tertinggal, dan tertinggal. Kemudian Kabupaten Melawi sukses menjadi kabupaten tercepat dalam pemutakhiran data IDM tahun 2024.

Harisson pun memberikan ucapan terima kasih kepada para bupati yang telah berkinerja dengan sangat baik dalam mewujudkan desa mandiri serta mengentaskan desa sangat tertinggal dan tertinggal.  “Saya harapkan tahun depan beberapa kabupaten akan menyusul Sambas, yakni sudah tidak ada lagi desa berkembang, menjadi tersisa desa maju, dan mandiri,” pungkasnya. (bar)

 

 
 
 
 
Editor : Indra Zakaria