Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Drs. H. Sumastro, M.Si., secara resmi memberhentikan Anwar dari jabatannya sebagai Lurah Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Ruang Bumi Betuah, Kantor Wali Kota Singkawang, pada Jumat (02/05/2025).
Pemberhentian ini dilakukan sebagai bagian dari langkah penegakan disiplin aparatur sipil negara dan merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Singkawang untuk menjaga integritas dan profesionalisme jajaran pemerintahan, khususnya di tingkat Kelurahan. Saat ini kasus dugaan Pungli dengan tersangka AN sudah dilimpahkan ke Pengadilan Singkawang dan sudah berproses di pengadilan.
Sebelumnya AN, oknum Lurah di Singkawang menjadi target operasi tangkap tangan (OTT) oleh Satreskrim Polres Singkawang tepatnya di Jalan Pasir Panjang, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Senin (20/5/2024) malam.
Kapolres Singkawang melalui Kasat Reskrim AKP Dedi Sitepu membenarkan OTT tersebut. “Yang bersangkutan merupakan ASN Pemkot Singkawang berinisial AN diduga melakukan pungutan liar (pungli) dengan penerbitan surat pernyataan tanah (SPT) di Kantor Lurah Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan,” ujar Iptu Dedi Sitepu, Selasa (21/5/2024).
Saat dilakukan penangkapan, kata Dedi, barang bukti uang tunai yang berhasil diamankan ada sebanyak Rp1 juta yang tersimpan di meja dan disaku celana terduga pelaku ada sebanyak Rp 7 juta.
"Berdasarkan pengakuan pelaku, dia meminta seharga Rp 1 juta untuk penerbitan 1 SPT,” ujarnya. Sebelumnya Polres Singkawang mendapat laporan dari warga yang mengeluhkan adanya pungutan diluar dari prosedur yang ditetapkan Pemkot Singkawang terkait dengan pengurusan SPT yang ada di wilayah Kelurahan Sedau.
Mengenai hal ini juga sebenarnya sudah disampaikan Polres Singkawang beberapa waktu lalu terkait dengan kegiatan sosialisasi Saber Pungli yang dilaksanakan di Kantor Wali Kota Singkawang.
Pj Wali Kota Singkawang Sumastro juga sudah menegaskan tidak ada pungli dalam pembiayaan pengurusan apapun di Pemkot Singkawang. “Namun kenyataannya, ada masyarakat yang menyampaikan ke kami adanya dugaan pungutan atau patok harga yang disampaikan oleh oknum tersebut,” katanya. (har)
Editor : Indra Zakaria