KETAPANG – Skala insiden dugaan keracunan makanan pasca-penyaluran program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau terus meluas secara signifikan. Hingga Jumat (6/2) siang, jumlah warga yang dilarikan ke fasilitas kesehatan dilaporkan melonjak tajam hingga menyentuh angka 340 orang, menciptakan situasi darurat medis di wilayah tersebut.
Kondisi ini memaksa pihak Puskesmas setempat bekerja ekstra keras karena kapasitas ruangan yang tersedia sudah tidak lagi mencukupi untuk menampung pasien. Sebagai langkah cepat, pengelola fasilitas kesehatan harus menambah ketersediaan tempat tidur dan mendirikan tenda-tenda darurat di halaman luar. Di bawah tenda tersebut, para pasien dan keluarga mereka terpaksa menjalani perawatan sementara demi mendapatkan pertolongan pertama.
Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Feria Kowira, yang meninjau langsung lokasi kejadian, memberikan rincian mendalam mengenai sebaran korban. Dampak keracunan ini menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sembilan pelajar SD, 144 siswa SMP, 73 siswa SMA, hingga 101 siswa SMK. Tidak hanya dari kalangan pelajar, musibah ini juga menjangkiti enam petugas program MBG serta tujuh orang guru yang ikut mengonsumsi hidangan tersebut.
Sejauh ini, seluruh pasien tersebar di empat fasilitas kesehatan yang berada di wilayah Marau. Meski sebagian besar korban masih bisa ditangani secara lokal, terdapat dua siswa yang kondisinya cukup kritis sehingga harus segera dirujuk ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang untuk mendapatkan perawatan intensif yang lebih memadai.
Feria menegaskan bahwa meski harus merawat pasien di tenda darurat, ketersediaan obat-obatan dan tenaga medis saat ini masih dalam kondisi cukup. Hal ini terbantu berkat adanya sinergi dan bantuan logistik dari perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah terdampak. Fokus utama tim medis saat ini adalah memastikan seluruh pasien tertangani dengan baik hingga masa kritis mereka terlewati sepenuhnya. (*)
Editor : Indra Zakaria