SEKADAU – Aktivitas bongkar muat pupuk di sebuah toko pertanian di Jalan Merdeka Timur, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, berubah menjadi duka mendalam. Seorang sopir dump truck dilaporkan meninggal dunia di tempat setelah mengalami kecelakaan kerja tragis pada Rabu (11/3) lalu sekitar pukul 08.00 WIB.
Korban yang diidentifikasi bernama Gampang Sriyono (57), merupakan warga Kabupaten Kubu Raya yang saat itu tengah mengantarkan muatan pupuk dari Pontianak. Pihak Kepolisian Resor (Polres) Sekadau yang menerima laporan segera meluncur ke lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kasi Humas Polres Sekadau, AKP Triyono, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika korban tiba di lokasi sekitar pukul 07.30 WIB untuk menurunkan 180 karung pupuk jenis NPK. Untuk mempermudah proses penurunan muatan, bak dump truck tersebut sempat diangkat setinggi kurang lebih satu meter.
"Sesampainya di lokasi, korban bersama beberapa karyawan toko melakukan pembongkaran karung pupuk dari atas kendaraan," ujar AKP Triyono saat memberikan keterangan pada Rabu (18/3).
Petaka muncul setelah seluruh muatan berhasil diturunkan. Saat korban mencoba menurunkan kembali bak kendaraan ke posisi semula, sistem hidrolik truk tersebut diduga mengalami gangguan teknis sehingga bak tidak mau turun secara normal. Korban pun berinisiatif turun dari kabin untuk memeriksa kendala tersebut dari bawah.
"Korban kemudian mencoba mendorong bagian hidrolik menggunakan sepotong kayu agar bak kendaraan bisa kembali ke posisi semula," jelas Triyono.
Naas, saat korban berada di posisi yang sangat berbahaya, bak truk yang sebelumnya tertahan tiba-tiba meluncur turun dengan cepat. Tubuh korban seketika terjepit di antara bak dan kabin kendaraan. Akibat hantaman beban berat tersebut, korban mengalami luka parah di bagian kepala dan mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian.
Insiden ini baru disadari oleh salah seorang karyawan toko yang merasa heran karena korban tidak memberikan respons saat dipanggil. Setelah dilakukan pengecekan ke area truk, saksi terkejut menemukan korban sudah dalam kondisi terjepit di bawah bak.
"Peristiwa ini diduga merupakan kecelakaan kerja. Petugas telah melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan sejumlah saksi untuk memastikan rangkaian kejadian," pungkas AKP Triyono.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut kondisi teknis armada tersebut untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau murni kegagalan sistem hidrolik. Jenazah korban sendiri telah dievakuasi untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. (*)
Editor : Indra Zakaria