Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kekurangan Petugas, Target Pelipatan Surat Suara Meleset

aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin • 2019-02-20 10:13:53

BANJARBARU - Usai tiba terakhir pada Jumat (15/2) lalu di Kantor KPU Kota Banjarbaru. Sebanyak 801.732 lembar surat suara mulai dilipat sejak Senin (18/2). Sekaligus sortir terkait kondisi surat suara.

Mengacu pada target, hingga hari kedua (19/2). Dari pantauan wartawan di lapangan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih belum memenuhi target.

Sebab, KPU Kab/Kota sendiri disebutkan ditarget bisa melipat 100 boks surat suara seharinya. Namun di Banjarbaru, hari pertama hanya mencapai 45 boks surat suara yang sudah terlipat. Belum menyentuh 50 persen dari target.

"Itu lantaran kita kekurangan petugas sortir dan pelipatan surat suara. Hari pertama hanya ada 27 kelompok atau 98 orang. Lalu ditambah ada kendala di waktu kerja, sebab agak siang para petugas masuk," kata Koordinator Divisi Teknis KPU Banjarbaru, Bahrudin.

Di hari kedua ini kata Bahrudin, ada penurunan jumlah petugas. Yakni hanya ada 60 orang petugas, meskipun kelompoknya bertambah. Sebab sistematis pelipatan surat suara dilakukan secara berkelompok.

"Turun naik. Ini menurun dari hari pertama, kemungkinan jumlah pelipatannya juga bisa berkurang, cuman ini lebih pagi masuknya," ujarnya.

KPU sendiri menarget selama 15 hari bisa selesai untuk pelipatan. Dengan target harian 100 boks.

"Kalau progresnya masih seperti ini hingga hari ketiga. Kita antisipasi akan menambah petugas," katanya.

Lalu, soal berapa kerusakan surat suara yang ada di Banjarbaru. Bahrudin mengatakan jika yang sudah direkap pihaknya berjumlah 10 lembar.

"Itu data update Senin (18/2). Kalau Selasa (19/2) baru pukul 18.00 Wita bisa direkap, kita menunggu petugas selesai dahulu," tambahnya.

Kerusakan dominan terdiri dari kondisi surat yang mengerut serta adanya beberapa noda atau titik di surat suara. Mengerutnya surat suara diprediksi lantaran proses pendistribusian dari pusat ke daerah selama masa pengiriman.

"Bisa tergencet atau tertekan sehingga mengerut. Belum lagi saat bongkar muat ada dilempar atau terbanting," spekulasinya.

Sementara itu, berkaitan dengan besaran pendapatan para petugas penyortir dan pelipatan. Ternyata mereka yang didominasi oleh ibu rumah tangga ini hanya mendapat seratus rupiah untuk setiap lembar kertas yang disortir dan dilipat.

"Setiap lembarnya seharga seratus rupiah. Jadi kalau satu boks ada 500 lembar, maka mendapat Rp47.000, soalnya ada potongan pajak," katanya.

Besaran pendapatan tersebut kata Bahrudin memang sudah ditentukan oleh pusat. Sehingga pihaknya di daerah tidak bisa mengganggu gugat terkait nominal yang dikasih ke petugas.

"Untuk pembayarannya diberikan kepada setiap kelompok. Satu kelompok ada 2-8 orang. Jadi makin banyak orangnya di kelompok makin sedikit pembagian tetapi ada potensi makin banyak juga pendapatan lembarannya karena banyak tenaga," jelasnya.

Memang pendapatan atau biaya para petugas ini kata Bahrudin jadi kendala dalam merekrut petugas. Lantaran dinilai terlalu kecil sehingga berdampak terhadap berkurangnya animo petugas bergabung.

"Kita juga mau bagaimana. Itu memang sudah dianggarkan dari pusat," pungkasnya.

Secara umum, dalam satu harinya. Puluhan petugas penyortiran & pelipatan surat suara Pemilu 2019 KPU Banjarbaru mampu menyelesaikan 1000-1500 lembar. Waktunya dari pagi hingga menjelang senja. Tepatnya pukul 17.30 Wita.

Mereka diberi waktu istirahat selama 180 menit. Jadwalnya saat waktu Ishoma siang. Pukul 14.30 Wita, mereka diminta kembali menjalankan tugasnya di gudang KPU Banjarbaru.

Salah seorang petugas pelipat yang meminta identitasnya tidak dikorankan mengaku tertarik mengambil pekerjaan ini lantaran bisa mengisi waktu luang.

"Saya belum punya anak. Suami kalau siang kerja. Daripada menganggur, saya ikut sepupu gabung di kelompoknya untuk melipat surat suara," ujarnya disela bekerja.

Baginya, meskipun pengalaman perdana. Melipat surat suara susah-susah gampang.

"Yang bikin susah saat menyortir. Karena harus meneliti betul-betul, ada rusak/cacat apa tidak," ceritanya warga Palm Banjarbaru ini.

Ditanya cape atau tidak? Ia menjawab bahwa yang sangat terasa adalah rasa pegal di bagian pinggul, paha dan lengan.

"Malam baru terasa. Karena seharian duduk saja kan, tangan juga pegal karena harus melipat berulang-ulang. Tapi selebihnya saya menikmati, pendapatannya juga lumayan," katanya. (rvn/by/bin)

Editor : aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin
#Banua umum