Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jadi Daerah Kiriman Banjir, Warga di Dusun Taibah Terisolir

aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin • 2019-02-20 10:38:48

Setiap kali terjadi banjir di Kecamatan Tapin Utara, Dusun Taibah selalu terkena imbasnya. Lokasinya ternyata menjadi alamat terakhir "pengiriman banjir" di Tapin.

------------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

------------------------------------

Terisolir mungkin kata itulah yang pas untuk menggambarkan keadaan warga Dusun Tayyibah Rt 4 Desa Banua Halat Kanan Kecamatan Tapin Utara.

Bagaimana tidak, setiap kali banjir terjadi, warga tidak bisa ke mana-mana. Jangankan beraktivitas, anak-anak pergi ke sekolah saja sangat sulit, karena akses jalan semuanya tertutup banjir.

Wartawan yang memantau menggunakan sepeda motor tidak bisa mencapai dusun terjauh ini. Sepanjang jalan menuju Dusun Taibah, sekitar 5 kilometer tergenang air.

Yang ada, malah kendaraan mogok akibat kemasukan air. seperti yang dirasakan penulis saat balik dari dusun, kendaraan mogok dua kali, beruntung ada warga yang lewat untuk menolong.

Dikatakan Hamdan, warga yang beriringan dengan penulis saat menuju Dusun Taibah, banjir ini sangat mengganggu aktivitas mereka.

"Kalau sudah seperti ini sulit untuk ke mana-mana," ucapnya yang baru datang membeli keperluan sehari-hari ke pasar Rantau.

Jalan normal hanya memerlukan waktu 10 menit, tapi kalau banjir terjadi bisa sampai 30 menit, bahkan lebih.

Hamdan tidak ingat, sudah berapa lama banjir. Setahunya, ini sudah tahun ke lima untuk banjir di wilayah itu.

"Kita meminta akses jalan bisa ditinggikan, karena kalau di dataran tinggi tergenang air, di sini juga terkena imbasnya," harapnya.

Tak berbeda dengan Hamdan, Ketua Rt 4 Dusun Taibah, Kurnain, menceritakan banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan oleh warga jika banjir terjadi.

"Yang pertama kami tidak bisa ke mana-mana karena baik jalur dari Banua Hanyar maupun jalur dari tembus jalan Dulang, tergenang air," ucapnya yang menambahkan anak-anak terpaksa libur sekolah karena akses jalan tergenang banjir.

"Kemudian untuk persawahan, kami takut gagal panen, karena waktu banjir seperti ini pernah terjadi gagal panen," takutnya.

"Bisa dibayangkan saat menuju ke sini, rata-rata kiri kanan jalan adalah persawahan," ceritanya.

Kurnaint juga menceritakan biasanya air kembali normal sekitar dua sampai tiga pekan. Bahkan pernah selama tiga bulan, air tak kunjung surut.

"Jadi, tergantung daerah dataran lebih tinggi kalau di sana masih hujan, otomatis air tidak surut, karena di sini adalah daerah kiriman air," jelasnya.

Menurut Kurnian, sekitar satu bulan setelah banjir terjadi, pihaknya mendapatkan bantuan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Provinsi Kalsel.

"Mereka waktu itu memberikan sembako kepada warga di sini," akunya.

Kepala BPBD Tapin M Nordin mengungkapkanuntuk banjir ini, ada 14 kepala keluarga di Dusun Taibah yang terdampak.

"Dampak bencana, aktivitas warga terhambat, karena sebagian besar halaman rumah warga dan ruas jalan terendam," katanya.

Nordin menceritakan pihaknya sudah melakukan pemantauan ke lokasi. Dia melihat kondisi air sudah mengalami penurunan.

"Kita juga sudah memberi bantuan berupa makanan kepada warga yang terdampak," jelasnya. (ay/ran)

Editor : aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin
#banjir kalsel