BANJARMASIN - Volume sampah yang masuk ke TPA Basirih semakin besar. Perharinya mencapai 500-600 ton per harinya. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin memprediksi, kemampuan daya tampung TPA Basirih hanya bisa bertahan paling lama 5 hingga 8 tahun.
Jika tak dilakukan penanganan cepat sebut Kepala DLH Banjarmasin Mukhyar, dipastikan membuat TPA Basirih over kapasitas. Diterangkannya, pengelolaan sampah di TPA Basirih dilakukan secara sanitarian landfill. Yakni dengan proses mengumpulkan dan menutup sampah dengan tanah urukan.
“Luas TPA sendiri hanya sekitar 3,8 hektare. Makanya modelnya harus dengan sistem timbun,” kata Mukhyar.
Dia sangat berharap, dengan beroperasinya TPA Regional di Banjarbaru. Kuota sampah yang masuk ke TPA Basirih pun akan berkurang. Mukhyar mengungkapkan, dengan beroperasinya TPA Regional, paling tidak sebanyak 50-60 ton sampah tak lagi masuk ke TPA Basirih. “Sayangnya kendala kami di jumlah angkutan yang terbatas,” sebutnya.
Pihaknya sudah menambah armada truk angkutan sampah baru sebanyak 5 unit. Namun, angkutan tersebut juga untuk pengangkutan sampah di dalam kota.
“Meski kami maksimalkan, takutnya sampah di kota tak terangkut maksimal. Karena kapasitasnya hanya 2 ton. Belum lagi harus bolak balik ke Banjarbaru,” terangnya.
Kembali ke penanganan over kapasitas TPA Basirih, Mukhyar membeberkan, pihaknya tahun ini akan melakukan pengerjaan perluasan lahan. Dengan pagu anggaran senilai Rp1,1 miliar, lelang pekerjaan ditarget akan dapat pemenangnya akhir bulan ini.
“Makanya kita perluas TPA dan akses menuju dari samping TPA ini dengan panjang sekitar 600 meter,” tambahnya.
Perluasan TPA Basirih tentu akan memudahkan petugas kebersihan menghimpun sampah dari seluruh TPS di Kota Banjarmasin. Pasalnya, saat ini akses masuk TPA Basirih terbilang sempit. “Lalu lalang truk pengangkut sampah pun menjadi mudah,” tandasnya. (mof/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin