Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kejutan Dua Caleg Muda: Kecewa Lepas Target, Buktikan Militansi Suara Milenial

miminradar-Radar Banjarmasin • 2019-05-04 10:09:02

Kontestasi Pemilihan Legislatif DPRD di Kota Banjarbaru kali ini berisi banyak mengejutkan. Meskipun kursi dewan masih dihuni mayoritas petahana, namun dua nama ini berhasil meraih suara terbanyak. 

Oleh: MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merilis hasil rekapitulasi tingkat Kota Banjarbaru. Selain Pilpres, DPR RI, DPD RI dan DPRD Provinsi. Form DB1 yang merupakan rekapitulasi suara di Pemilu 2019 juga dirilis untuk perebutan kursi DPRD Banjarbaru.

Dari ratusan caleg yang bertarung. 30 nama sudah dapat dipastikan melenggang ke gedung dewan Kota Idaman. Dari komposisinya, 20 merupakan muka lama atau petahana. Sisanya, 10 orang adalah pendatang baru.

Menariknya, di antara 10 pendatang baru bahkan di antara 30 Caleg yang sudah dapat dipastikan terpilih. Salah seorang politisi muda Partai Golkar asal Cempaka menyita perhatian. Pasalnya ia memperoleh suara tertinggi dengan raihan suara sebanyak 3.553.

Namanya Taufik Rachman. Usianya baru 30 tahun. Ia memilih mencari peruntungan di wilayahnya sendiri, Cempaka atau Daerah Pemilihan (Dapil) 2. Sukses menjadi "kampiun" dalam kontestasi kuantitas suara di Pileg 2019 Kota Banjarbaru.

Radar Banjarmasin mencoba mewawancarai pria yang akrab disapa Ufik ini. Ia meluangkan waktunya untuk diwawancara pada Kamis (2/5). Bertempat di kediamannya di Cempaka Banjarbaru.

Sesuai usianya. Ufik punya pembawaan yang santai. Caleg muda ini juga ramah dan enak diajak bicara. Gayanya pun juga sangat anak muda sekali. Hanya mengenakan kaos dan celana jins.

Ternyata saat ditanya soal capaiannya. Ufik mengaku malah sempat kaget dan juga kecewa. Lantaran hanya mampu meraih 3533 suara. "Target awal saya ingin 5000 suara. Karena ingin meraih dua kursi di Dapil 2," katanya.

Karena hampir kehilangan 1500 suara. Ufik pun sempat mengevaluasi timnya. Lantaran target awal tidak terealisasi. "Tetapi ternyata saya makin kaget kalau suara saya merupakan tertinggi di Banjarbaru," ujarnya.

Mengetahui itu, kekecewaan tadi langsung sirna. Karena ia tak menampik jika Pileg kali ini pengalaman perdananya untuk berkontestasi di ranah politik.

"Saya kan latar belakangnya seorang pebisnis, meskipun sudah cukup lama bergabung di Partai (Golkar). Jadi maklum lah tidak begitu kenal medan di sini dan akhirnya terlalu berambisi meraih capaian suara sebanyak 5000 suara lebih," kisahnya.

Tapi Ufik juga tak menampik kalau masih ada kekecewaan di dirinya. Lantaran tidak bisa membawa Golkar meraih dua kursi di Dapil 2. "Kita menarget bisa meraih suara di Dapil 2 di angka 7000-8000, namun hanya 5000 sekian."

Akan tetapi, Ufik tetap sangat bersyukur atas capaiannya tersebut. Ia dengan jujur bercerita bahwa sangat bangga ketika mengetahui suaranya jadi yang paling pucuk di antara yang lain.

"Jelas sangat bangga sekali ya. Juga sangat berterima kasih atas kepercayaan masyarakat di Cempaka dan sekitarnya kepada saya, juga dukungan dari Abah Mintuha (mertua) dan Partai yang sangat mendukung sekali saya," ungkapnya.

Coba ditanya apa kunci kemenangan besarnya ini? Ufik langsung menjawab cepat. Ketokohan dan eksistensi mertuanya serta dukungan keluarga besar di Cempaka adalah yang sangat memengaruhi sebutnya.

"Karena dukungan penuh Abah di sini, jadi strategi serta taktik politik kita bisa lebih lancar. Juga saya sangat termotivasi karena usia saya masih muda," katanya.

Iya, Ufik tak mengelak jika dalam mendulang suaranya yang begitu melimpah. Caleg yang sangat hobi menggeber motor trail ini menyasar serta menggandeng suara milenial di Dapilnya.

"Karena basis suara Milenial juga cukup besar. Saya melihat di sana, dan saya juga dinilai masih muda, jadi banyak yang percaya," jawabnya.

Selain itu, Ufik turut jujur bahwa motivasi lainnya adalah benar-benar ingin berupaya memberikan perubahan di Dapilnya jika memang terpilih kelak. "Di jalan legislatif dan wakil rakyat, saya ingin sekali melakukan perubahan di sini (Cempaka), karena saya sangat sering turun ke masyarakat dan mendengar kisah mereka, banyak yang harus diperjuangkan," bebernya.

Jika Ufik merupakan pendatang baru di bursa Legislatif Kota Idaman. Peraih suara terbanyak posisi dua jatuh kepada seorang petahana dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nurkhalis Anshari.

Sama dengan Ufik, Nurkhalis yang menjabat sebagai Sekretaris Komisi III DPRD Banjarbaru ini sukses mendulang suara sebanyak 2.748 di Dapil 1 (Banjarbaru Utara dan Selatan).

Nurkhalis dan Ufik punya kesamaan. Yakni termotivasi lantaran usianya masih muda. Jika Ufik 30 tahun, maka Nurkhalis hanya tiga tahun lebih tua dari Ufik, yakni 33 tahun.

Radar Banjarmasin juga berhasil mewawancarai Nurkhalis. Ia bersedia di wawancara pada Kamis (2/5) di kediamannya di Jalan RO Ulin Kota Banjarbaru.

Saat diwawancara, Nurkhalis juga sangat santai menghadapi pertanyaan wartawan. Ia juga sangat lepas dalam berbicara dan sesekali mengimbangi obrolan dengan candaan.

Lantas apa kunci kemenangan Nurkhalis hingga meraih suara di luar kewajaran untuk personal Caleg. Khalis hanya menjawab bahwa ini merupakan kekuatan anak muda. "Sesuai tagline saya; Muda dan Beda. Karena usia masih cukup muda, tentu kita punya obsesi dan lebih berenergi untuk jadi terbaik," klaimnya.

Khalis dalam persiapan maju di Pileg 2019 mengaku tak berpatokan pada gaya kampanye mainstream atau kebanyakan. Namun ia lebih menekankan pada pendekatan dan kreativitas dalam mengolah konten kampanye.

"Kalau strategi mungkin semua Caleg punya ya, nah sebagai petahana dan beberapa tahun cukup berpengalaman di politik, saya tak mau terjebak dengan cara yang mainstream, jadi agak sedikit berbeda, Alhamdulillah hasilnya efektif," katanya.

Menggaet dan meyakinkan pemilih milenial kata Khalis memang jarang tersentuh oleh lawan politiknya di Pileg. Makanya ia berinisiatif untuk mencoba peluang di sektor ini.

"Ini sebetulnya jadi tolak ukur saya juga, apakah cara ini bisa berhasil mengimbangi cara-cara kampanye lama. Ternyata Alhamdulillah pemilih sekarang sudah berkembang dalam memilih," katanya.

Bagi Khalis, berstatus sebagai petahana juga tak ditampiknya sebagai modal besar. Ia menyebutnya Social Power. Yang mana menjabat selama satu periode katanya bisa mengenal masyarakat langsung lewat program reses anggota dewan.

"Sebagai inkumben tak bisa dipungkiri punya modal lebih untuk melenggang lagi. Kita jadi lebih kenal karakter dan harapan masyarakat, nah di sinilah taktik kita untuk meyakinkan mereka," sebutnya.

Saat disinggung apakah kemenangannya efek dari dominasi Paslon 02 Prabowo-Sandi yang menang di Banjarbatu. Nurkhalis yang partainya merupakan pengusung Paslon 02 dengan jujur bahwa efek tsunami Pilpres memang berdampak.

"Menurut saya memang, kemenangan 02 itu linier dengan suara partai pengusung dan juga Calegnya. Jadi meskipun kita akui kontestasi Pileg tenggelam oleh Pileg, tapi secara perolehan suara cukup berimbas," nilainya.

Lalu bagaimana perasaannya terkait raihan maksimal ini? Nurkhalis mengaku memang hasil melebih ekspektasi awalnya. Apalagi menempatkannya sebagai peraih suara terbanyak di Dapil 1 yang disebut-sebut sebagai Dapil Neraka lantaran persaingannya sangat ketat.

"Periode sebelumnya saya hanya mampu memperoleh jumlah suara 400 sekian, ini 2700 lebih, hampir tujuh kali lipat. Kalau bangga pasti ya, tapi ini jadi tantangan juga karena amanah dari masyarakat lebih besar kepada saya," tutup Caleg yang juga berprofesi sebagai pendidik ini. (al/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Feature Umum #Banua Politik