Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Golkar Jawara Dapil I, PDIP Dapil II

miminradar-Radar Banjarmasin • 2019-05-09 09:26:14

BANJARMASIN - Partai Golkar dan PDI-P masih merajai peroleh suara terbesar pada Pemilu 2019 ini. Meski KPU Kalsel masih melakukan rekapitulasi, namun dari data sejumlah parpol dapat dilihat perolehan suara di dua dapil yang ada di Kalsel. Dapil I suara terbanyak dipegang Golkar sedangkan Dapil II dipegang PDIP. (lihat grafis).

Meski demikian, perolehan suara Golkar tidak berbanding lurus dengan jumlah kursi yang didapatnya. Jumlah kursi Golkar malah berkurang di tahun ini. Pada Pemilu sebelumnya, Golkar mendapatkan 2 kursi, sekarang partai berlambang pohon beringin ini harus puas dengan hanya satu kursi untuk Bambang Heri Purnama.

Sisanya, dapil 1 masih diisi petahana, yaitu Syaiful Rasyid dari Gerindra, Habib Aboe Bakar dari PKS dan Syaifullah Tamliha dari PPP. PKB yang dulu menyumbang 1 kursi di Dapil ini, kali ini tidak mendapatkan kursi.

Ada dua kursi yang berhasil "dicuri" oleh pendatang baru, satu caleg dari PAN , Khairul Saleh dan satu kursi lagi direbut Rifqinizamy Karsayuda dari PDIP.

Dapil II juga ada sejumlah wajah baru yang bakal menghiasi Senayan. Dua orang dari PDIP yakni Sulaiman Umar dan Syafrudin H Maming dan seorang lagi dari Partai Gerindra yakni M Noor.

Wakil Ketua Bidang Hukum PDI-P, Fazlur yang ditemui Radar Banjarmasin disela-sela proses rapat pleno tingkat KPU Kalsel mengakui memang ada peningkatan jumlah caleg PDIP yang berhasil duduk di parlemen. Terutama di tingkat DPR RI.

“Peningkatan itu karena kejelian Ketua DPD PDI-P yang menempatkan caleg,” kata Fazlur.

Selain kejelian pimpinan partai, orang-orang yang dicalonkan pun bukan sembarang. Mereka mempunyai elektabilitas yang bagus, sehingga itu menjadi salah satu faktor yang mendongkrak suara partai.

Fazlur mengatakan data perolehan suara tersebut didapat berdasarkan DB1 di tingkat kabupaten. “Data tersebut yang diserahkan ke tingkat provinsi, jadi kalau pun ada perubahan tipis,” imbuhnya.

Sampai Rabu (8/5) sekitar pukul 17.00 Wita, Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara Tingkat Provinsi Kalsel baru menyelesaikan empat kabupaten yakni Kabupaten, Tanah Laut, Batola, Balangan dan HSS.

Sempat ada masalah saat penghitungan suara dari Kabupaten HSS karena ada protes dari Bawaslu mengenai jumlah suara sah yang tidak jelas asal usulnya. Ketua KPU Kalsel langsung menunda penetapan rekapitulasi KPU HSS untuk mencari akar permasalahannya. Perhitungan akan kembali dilanjutkan setelah berbuka puasa.

Ketua KPU Kalsel, Sarmuji mengatakan hingga saat ini perhitungan masih akan terus dilanjutkan. Pihaknya belum bisa menginformasikan karena masih perlu dilakukan sinkronisasi data yang ada di tiap kabupaten/kota. “Administratif saja yang kita lakukan,” ucapnya.

Ia berharap, jika rekap perhitungan suara kabupaten tidak banyak mengalami protes dari sejumlah pihak, proses rekapitulasi hari pertama dapat diselesaikan sekitar 7 kabupaten. “Mudah-mudahan bisa selesai 7, sisanya besok (Hari ini, Red) selesai semuanya,” jelasnya. (gmp/ay/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Politik