BANJARMASIN - Kloter pertama calon jemaah haji (CJH) Banjarmasin dijadwalkan masuk Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin pada Senin (8/7) siang ini. Sejumlah layanan sudah dipersiapkan di asrama yang berlokasi di Banjarbaru ini.
Ada dua gedung yang disiapkan untuk para CJH menginap. Yakni gedung Jabal Rahmah sebanyak 63 kamar dan Gedung Madinah 18 kamar.
"Kapasitas gedung Jabal Rahmah untuk 280-an orang, dan Madinah 54 orang," ujar ungkap Kasi Kerja Sama pada UPT Asrama Haji Rif'an, belum lama tadi. Dia mengatakan untuk menambahkan kenyamanan kepada para tamu, kamar sudah disterilkan dengan fogging.
Fasilitas penunjang transportasi untuk para lansia juga dipersiapkan. Yakni, minibus hiace yang akan mengantar khusus para lansia ke bandara jadi tidak mengantre masuk di bus yang lebih tinggi. "Pakai minibus itu, para lansia bisa lebih nyaman ketika berangkat dari asrama ke bandara," ungkapnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, keluarga jemaah tidak diperbolehkan mengantar ke dalam asrama. Meski demikian, keluarga tidak perlu khawatir. Pihak asrama menyediakan tempat khusus untuk calon jemaah yang ingin bertemu dengan keluarganya.
"Ada tiga gazebo di luar pagar kami sediakan untuk tempat bertemu. Supaya tidak ada lagi keluarga yang masuk ke gedung," paparnya.
Keluarga yang dimaksud Rif'an bukanlah yang mengantarkan calon jemaah dari daerah. Melainkan, keluarga calon jemaah haji yang kebetulan ada di wilayah berdekatan dengan asrama.
"Misal, ada jemaah dari Tapin. Lalu keluarganya yang di Banjarbaru atau Banjarmasin mau menjenguk, nah boleh bertemu di tempat itu," jelasnya
Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Banjarbaru, Matnor mengatakan CJH kloter 1 berasal dari HSS dan Banjarmasin. Jemaah akan masuk pada pukul 13.00 siang ini.
dan akan diberangkatkan Selasa (9/7) pukul 12.30 Wita.
Matnor berkata jumlah CJH pada tahun ini mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun lalu. Dari 3.831 kursi menjadi 4.155. Namun sampai akhir pelunasan ada 19 orang yang tidak melunasi. Kuota dikembalikan ke pusat dan menunggu kebijakan selanjutnya. "Karena ada 19 orang yang tidak melunasi, CJH Kalsel jumlahnya 4.136 itu sudah termasuk Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD)," ujarnya.
Sementara itu, CJH Kloter 1 Indonesia sudah tiba di Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah pukul 09.00 Sabtu (6/7). Kedatangan mereka disambut oleh Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi dan Petugas PPH dan Daker Madinah.
jemaah kloter 1 tersebut berasal dari Magetan, Jawa Timur. Diberangkatkan dari embarkasi Surabaya melalui Bandara Juanda setelah malam sebelumnya menginap di asrama haji Sukolilo Surabaya. jemaah tiba satu jam lebih cepat dari jadwal semula pukul 10.00 WIB.
"Alhamdulillah kedatangan kloter pertama dari Surabaya Indonesia, kedatangan pertama dari total 331 ribu jemaah haji Indonesia dan ini adalah jumlah jemaah haji terbesar dalam sejarah,” kata Dubes Agus Maftuh Abegebriel dalam sambutannya.
Agus mengatakan, berdasarkan arahan Presiden Jokowi, Indonesia telah meminta tambahan kuota yang kemudian dikabulkan oleh Kerajaan Arab Saudi.
“Seharusnya 29 ribu menjadi 250 ribu. Tapi alhamdulillah Arab Saudi memberikan sebanyak 10 ribu dan 10 ribu dalam surat raja disebut sebagai khusus untuk para usia lanjut,” jelasnya. Agus juga menyebut bahwa diplomasi haji Indonesia dengan Saudi sudah mencapai puncaknya.
Agus menyatakan pemerintah Indonesia memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada sahibul bait yakni raja dan putra mahkota atas pemberian privilege kepada Indonesia berupa tambahan kuota10 ribu orang. ”Juga fasilitas lain karena saudi akan terus mengembangkan perbaikan haji di Madinah, Makkah, Arafah, Muzdalifah dan Mina,” jelasnya.
Agus menyatakan, pemerintah Indonesia akan terus melobi dan berkomunikasi dengan pihak kerajaan. Berkirim surat pada raja dan putra mahkota bahwa CJH di Indonesia tertahan masa tunggu yang amat panjang. Beberapa diantaranya telah mencapai 30 sampai 40 tahun.
”Selama saya bertugas di sini sebagai pelayan WNI di Arab Saudi alhamdulillah sudah 20 ribu tambahan dan kami akan berusaha setiap saat melakukan komunikasi-komunikasi,”katanya.
Untuk para jemaah, Agus mengimbau, tahun ini suhu mencapai tingkat tertinggi, sekitar 50 derajat celcius ke atas. Ia berharap jemaah haji menjaga kesehatan, melindungi diri dengan payung.
Agus menyatakan kondisi ini akan menjadi tugas berat para khatib dan pelayan jemaah haji Indonesia yang tergabung di Saudi ini.
”Jadi kami sudah sepakat sejak awal bahwa petugas di Saudi adalah on behalf Indonesia, tidak boleh ada petugas atas nama Kemenlu, tidak boleh ada atas nama Kemenkes. Jadi all system kami menyatu sebagai para pelayan jemaah haji”
Jemaah Haji kloter 1 menempati hotel di sektor 3 Madinah atau berada di sekitar barat Masjid Nabawi. Ketua sektor 3 Madinah Jamal M Marki mengungkapkan, semua persiapan sudah dilakukan untuk memastikan pelayanan maksimal pada jemaah kloter 1.
”Kami sudah apel persiapan masing-masing koordinasi. Juga rapat pleno bahwa jam 8 malam jemaah diarahkan ke hotel untuk persiapan pengecekan kunci kamar hotel dan segala macam. Ini lagi proses. Mudah-mudahan cepat selesai,” katanya.
Jemaah mendapatkan kamar dengan akomodasi yang bervariasi. Ada satu kamar dengan 3, 4 atau 5 bed. Lengkap dengan kamar mandi dan toilet. Air minum disiapkan di masing-masing lantai. Katering dan permakanan juga sudah disiapkan. ”Katering pagi jam 10, siang jam 2, malam dapat lagi. Jadi totalnya 3 kali,” jelasnya.
Jamal mengatakan, bahwa rata-rata hotel di Madinah disewa untuk full musim. ”Jadi tidak perlu khawatir ada jemaah di luar Indonesia,” katanya.
Jamal mengatakan, sektor 3 madinah sendiri terdiri dari 27 hotel. jemaah kloter 1 menempati markaz ghorbiyah atau sisi sebelah barat pintu tujuh Masjid Nabawi. Sektor 3 diperkirakan bisa menampung sekitar 10 ribu atau 18 ribu jemaah. ”Kita belum hitungan pasti data yang valid. Mungkin kami belum pegang data. Tapi sekitar itu,” jelasnya.
Senada, Jamal mengimbau agar para jemaah mawas diri terhadap cuaca panas dan angin debu. Selalu menyiapkan masker dan air untuk menyemprot tubuh. Namun udara di sekitar Masjid Nabawi cukup baik karena banyak gedung. ”Jarak ke masjid tidak terlalu jauh. Bisa istirahat di masjid sambil menunggu arbain,” katanya.
Selain kesehatan, kata Jamal penting menjaga kebersihan. Karena jemaah Indonesia dikenal dengan budaya bersih. Sampah harus dibuang pada tempatnya, jangan makan di kamar dan jangan merokok di hotel. ”Rata-rata pemilik hotel seneng dengan orang indonesia karena bersih-bersih,” katanya.
Berkaitan dengan cuaca panas, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal mengatakan ada beberapa aktivitas Ibadah Haji yang melibatkan fisik dan berada di ruang terbuka yang rawan terhadap paparan cuaca panas. Contohnya seperti tawaf dan melempar jumroh.
”Kalau Wukuf relatif aman, karena ada di dalam tenda ber AC, Keluarnya pun dari Arafah pd malam hari,” katanya. (ris/gmp/by/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin