Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Satpol PP Terkejut, Halaman Belakang Rumah Bupati Kotabaru Ambruk

miminradar-Radar Banjarmasin • 2019-07-29 09:44:59

KOTABARU - Jumat (26/7) pagi tadi, beberapa orang anggota Satpol PP dikejutkan dengan ambruknya bagian belakang halaman rumah Bupati Sayed Jafar. Halaman belakang rumah itu berada persis di tepi laut, Desa Hilir Kecamatan Pulau Laut Utara.

Kepada Radar Banjarmasin, Minggu (28/7) kemarin, Kadiskominfo Rahadian Riyadi membenarkan peristiwa itu. Katanya kejadian itu karena faktor alam. “Tak ada yang terluka dalam kejadian yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 6.00 itu,” ujarnya. Dari video yang beredar, terlihat halaman yang ambruk cukup luas, mendekati surau, namun masih jauh dari bangunan utama.

Bupati sendiri saat kejadian diketahui sedang berada di luar kota hingga kemarin. Ajudan bupati, Latifu Arsyiono mengatakan, bupati akan ada di kota hari ini.

Sekadar diketahui, rumah pribadi Sayed Jafar tersebut berada sekitar 1 kilometer dari kantor bupati (pusat kota).

Berada persis di tepi laut. Bagian halaman yang rubuh itu berada di atas laut, urukan tanah yang kemudian diberi lantai keramik. Urukan tanah itu yang roboh. Dalam areal rumah itu juga ada langgar. Langgar itu jika Ramadan biasa dipakai Bupati untuk kegiatan buka puasa bersama.

Sejak tahun pertama jadi Bupati Kotabaru, Sayed Jafar memang tidak menempati rumah dinas. Dia lebih memilih tinggal di rumah pribadi dengan dua pos penjagaan Satpol PP. Jarak rumah dinas ke rumah pribadi sekitar dua kilometer. Foto-foto ambruknya halaman belakang rumah pribadi pun sempat menyebar di sosial media Facebook.

Beragam komentar netizen. Ada yang mengatakan tanah uruk larut kena arus laut. Ada juga mengatakan, ceker ayam bangunan di bawah kurang kuat. Sekadar diketahui, rata-rata di pesisir pusat kota, banyak warga membangun rumah di atas laut. Seperti di kawasan tempat tinggal bupati.

Mayoritas warga membangun rumah di atas tiang-tiang kayu. Tiang-tiang itu dipancangkan di atas laut. Tiang biasanya terbuat dari kayu ulin. Bangunan warga itu rata-rata sudah tua. Puluhan tahun. 

Rata-rata warga yang membangun rumah di tepi atau di atas laut itu bekerja sebagai nelayan. Mereka melakukan itu untuk memudahkan akses ke kapal atau ke dermaga.

Di beberapa kawasan, warga bahkan ada membangun rumah hingga mencapai seratus meter dari bibir pantai. Mereka membuat jalan titian dari pantai ke rumah. (zal/tof/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Pemerintahan