Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Targetkan Koalisi Lima Partai, Aditya-Iwansyah Jajaki Tiga Partai Tambahan

miminradar-Radar Banjarmasin • Kamis, 1 Agustus 2019 - 15:52 WIB

BANJARBARU – Aditya Mufti Ariffin dan AR  nampaknya jadi pasangan yang paling bersemangat untuk mencalonkan diri pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Banjarbaru. Hal itu dapat dilihat dari aktifnya mereka dalam menjalin komunikasi dengan sejumlah partai.

Selain tetap mengupayakan restu dari PPP dan Golkar, Aditya Mufti Ariffin mengaku juga sedang melakukan komunikasi dengan tiga partai lain untuk berkoalisi. "Ada tiga partai lain sedang kami lakukan penjajakan. Mudah-mudahan dalam pelaksanaan pendaftaran nanti mereka bersedia bergabung bersama kami," katanya.

Namun, pria yang akrab disapa Ovie ini enggan menyebutkan tiga partai yang dia maksud tersebut. "Kami belum berani menyebutkannya karena masih dalam tahap pembicaraan," ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan PPP dan Golkar, apakah sudah pasti akan mendukung? Ovie mengaku optimis kedua partai itu aman untuk mereka. "Insya Allah (mendukung), karena PPP-Golkar merupakan sahabat lama. Dari beberapa pilkada yang telah lalu kita juga sangat sering berkoalisi," ucapnya.

Kalau memang Aditya-Iwansyah nantinya diusung oleh lima partai, maka hanya tersisa empat partai yang masih kosong untuk paslon lainnya. Sebab, pada Pemilihan anggota DPRD Banjarbaru 2019 ada sembilan partai yang mampu meraih kursi, yaitu Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, PAN, PKB, PPP, PKS, Demokrat dan Nasdem.

Namun, sebagian dari mereka belum menentukan arah bakal mendukung siapa pada Pilwali Banjarbaru 2020 nanti. Hanya Gerindra Banjarbaru yang terang-terangan menyatakan diri akan mendukung pasangan Nadjmi Adhani - Darmawan Jaya Setiawan.

PDI Perjuangan Banjarbaru misalnya, hingga kini masih menunggu arahan dari pimpinan provinsi untuk menentukan arah dukungan mereka. "Kami masih menunggu instruksi.  Komunikasi selalu kami lakukan dengan pimpinan di provinsi," ujar Sekretaris DPC PDIP Banjarbaru, Windi Novianto.

Meski belum bisa menyatakan secara resmi soal dukungan, namun menurut Windi, DPC PDIP Banjarbaru tinggal mengamini arahan dari provinsi.

Disinggung beredarnya kabar bahwa PDIP bakal merapat ke koalisi Aditya-Iwansyah, dia menjawab hal tersebut tak menutup kemungkinan. "Kita siap saja berkoalisi. Apalagi ini juga masih satu komando dengan koalisi Pemilu lalu," jawabnya.

Selain itu, dia mengungkapkan bahwa pihak Aditya-Iwansyah sudah pernah menjajaki komunikasi politik dengan mereka. "Sudah ada, itu melalui pak ketua (Ketua DPC PDIP Banjarbaru). Kembali lagi, sekarang kita menunggu keputusan dan arahan resmi di provinsi," ungkapnya.

Sama dengan PDIP, PKS Banjarbaru juga belum menentukan sikap pada Pilwali Banjarbaru. Hal itu disampaikan Ketua DPD PKS Banjarbaru Ahmad Nur Irsan Finazli. "Meski belum pasti akan mendukung siapa, tapi kami sedang mempersiapkan calon internal kader PKS. Jika nantinya bisa berkoalisi dengan partai lain," bebernya.

Meski begitu, dia mengaku PKS Banjarbaru sedang didekati sejumlah calon untuk bisa mengusung mereka. "Iya, sudah ada dua calon yang mendekati PKS. Tapi sebatas informal," katanya. Siapa dua calon itu? Dia enggan membeberkannya.

Partai Nasdem juga demikian, sampai sekarang masih belum menentukan bakal mendukung siapa. "Kami masih menunggu petunjuk dan mekanisme penjaringan paslon pilkada dari DPP Partai Nasdem. Jadi belum ada statemen dukung mendukung paslon," beber Sekretaris DPC Nasdem Banjarbaru, Takyin Baskoro.

Bagaimana dengan PAN? Plt Ketua DPD PAN Banjarbaru Emi Lasari menyampaikan, meraih dua kursi pada pileg 2019 mereka harus berkoalisi untuk mengusung paslon pilwali Banjarbaru. Akan tetapi, pihaknya belum menentukan sikap.

"Semua ada prosesnya. Nanti kalau sudah masuk tahapan pilkada, baru akan kita mulai prosesnya. Termasuk membuka pendaftaran (paslon) secara resmi," ucapnya.

Untuk mencari koalisi, dia memaparkan, mereka akan melihat peta koalisi Pilgub Kalsel. Sebab, hal itu akan jadi salah satu pertimbangan.

"Kita lihat koalisi besar yang akan dibangun saat Pilgub. Kami sambil menjalankan komunikasi politik, untuk melihat calon mana yang punya visi dan misi yang sejalan dengan PAN. Serta, punya komitmen kongkret," pungkasnya. (ris/tof/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Politik