BANJARBARU – Ada dua keluhan yang kerap terdengar dari warga Kota Banjarbaru akhir-akhir ini. Listrik padam dan air macet.
Seperti pada Selasa (26/11) malam. Kawasan Sungai Ulin dari Simpang Empat Banjarbaru gelap, karena listrik padam sejak pukul 19.00 Wita. "Lumayan lama, baru menyala (normal) pukul 22.00 Wita. Hampir tiga jam padam," kata M Rizki, warga Sungai Ulin Banjarbaru.
Keluhan listrik padam juga diucapkan oleh Nisa Faridah. Warga Sungai Ulin ini mengaku cukup direpotkan dengan kondisi listrik padam, lantaran durasinya lumayan lama.
"Saya dengan suami punya usaha kedai. Jadi karena kondisi gelap gulita akhirnya sepi pengunjung. Kami juga tidak punya genset sebagai listrik cadangan. Bingung juga sih kenapa padamnya lumayan lama dari biasanya," katanya.
Terpisah, Assistant Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UIW Kalselteng), Bayu Aswenda menjelaskan kondisi tersebut
Dibeberkannya, bahwa padamnya listrik pada Selasa (26/11) malam di wilayah Sungai Ulin disebabkan karena adanya gangguan dalam peralatan jaringan listrik yang menyuplai wilayah tersebut.
"Jadi peralatan jaringan listrik kami mengalami gangguan yang memerlukan perbaikan segera. Karena tingkat gangguan yang terjadi maka perbaikan memerlukan waktu yang agak lama," katanya.
Kondisi seperti kemarin sebut Bayu bukan termasuk kategori pemadaman yang direncanakan oleh pihaknya. "Lebih tepatnya adalah padam karena Gangguan peralatan listrik yang disebabkan oleh banyak faktor tadi."
Ditanya terkait adanya laporan warga terkait seringnya listrik padam akhir-akhir ini. Bayu, menjawab bahwa gangguan akhir-akhir ini disebabkan beberapa faktor. Faktor penyebab ini terangnya mulai dari tersentuhnya jaringan kami oleh ranting atau batang pohon hingga kerusakan peralatan yang disebabkan oleh faktor alam.
"Misalnya pada hari Minggu kemarin, termonitor bahwa ada beberapa jaringan listrik kami yang kejatuhan pohon sampai roboh dikarenakan angin puting beliung. Ini disebabkan faktor cuaca buruk seperti hujan deras hingga angin kencang," ceritanya.
Masa peralihan musim ini kata Bayu juga rawan akan kilat. Hal ini pun katanya membuat pihak PLN khususnya dari rim proteksi transmisi intens melakukan inspeksi peralatan penangkal petir di transmisi.
"Akhir-akhir ini penyebab padam juga dikarenakan petir yang memang cukup kuat di daerah Kalsel.
Beberapa kali menyebabkan jaringan transmisi 150 Kilo Volt (kV) kami mengalami gangguan, hal tersebut menyebabkan terhentinya suplai listrik ke pelanggan," katanya.
Secara umum, suplai daya listrik dari Sistem Kelistrikan Interkoneksi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur katanya dalam kondisi tidak ada masalah.
"Bahkan kecukupan suplai daya listrik kita lebih dari cukup. Hingga saat ini sistem kelistrikan di Provinsi Kalimantan Selatan, Tengah, Timur sudah saling terhubung dengan surplus daya mencapai 370 Mega Watt (MW)," tandasnya.
Atas beberapa gangguan pelayanan ini, pihak PLN kata Bayu meminta dan mengharap masyarakat untuk memahami kondisi serta penyebab dari adanya padamnya listrik di beberapa wilayah.
Sementara itu, soal macetnya leding, warga Trikora di wilayah Landasan Ulin, Fahriza bercerita bahwa air macet mulai dirasakannya sejak satu hari lalu. "Kadang mengalir tapi kecil, ada yang sama sekali tidak jalan," katanya.
Selain Fahriza, kondisi ini juga dirasakan oleh Mutia. Warga Liang Anggang ini turut terdampak gangguan pendistribusian air bersih. Akibatnya, ia yang punya usaha warung makan sempat harus disulitkan lantaran air tidak mengalir.
"Kalau kebutuhan rumah tangga saya punya cadangan sumur galian. Nah untuk rumah makan terpaksa harus berhemat. Kondisinya sudah beberapa hari terakhir," ujarnya.
Pihak PDAM Intan Banjar sendiri melalui Pelaksana Subbag Humas dan Hukum PDAM Intan Banjar, Hikmatullah mengkonfirmasi ihwal gangguan ini.
Memang disebutnya bahwa gangguan disebabkan adanya penanganan atau perbaikan kebocoran. "Ada kebocoran pipa distribusi 500 milimiter sejak Selasa (26/11). Akibatnya beberapa wilayah pendistribusian terganggu," katanya.
Estimasi pengerjaan perbaikan sendiri ujarnya direncanakan selama dua hari. Yakni terhitung dari dari tanggal 27 November. "Untuk pengembalian tekanan di jaringan menyesuaikan kondisi lapangan, saat ini sudah proses perbaikan."
Adapun, dampak dari perbaikan ini meliputi dua wilayah pelayanan cabang. Yakni cabang 1 Landasan Ulin serta cabang 2 Manarap. Untuk cabang 1 sendiri wilayah yang terdampak meliputi Landasan Ulin, sebagian Trikora, Liang Anggang, Jalan Irigasi serta sebagian wilayah Gambut dan sekitarnya.
"Kalau cabang 2 meliputi Aluh-aluh, Tambak Sirang, Tatah Makmur, Tatah Pemangkih, Tatah Layap, Tatah Belayung serta Beruntung Baru," terang Hikmatullah.
Atas kondisi ini, pihaknya katanya menyediakan layanan pemesanan air tangki bagi warga terdampak.
"Kita memohon maaf atas adanya ketidaknyamanan dalam pelayanan ini. Bagi warga yang mau memesan air tangki bisa kontak nomer 085248487444," sebutnya.
Sementara itu, terkait adanya keluhan warga di wilayah Guntung Manggis Landasan Ulin ihwal pasokan air yang rendah atau sedikit. Hikmatullah menjawab bahwa pihaknya perlu memastikan secara spesifik di wilayah mana gangguan yang dimaksud.
"Karena di wilayah Guntung Manggis ada yang dilayani distribusi cabang 1 dan ada yang dilayani distribusi Banjarbaru. Jadi kita harus mengecek dahulu di mana tepatnya," jawabnya.
Meski begitu, pihaknya akan secepatnya melakukan tindaklanjut apabila memang keluhan ini benar adanya. "Kita akan cek secepatnya dan memastikan di wilayah mana untuk Guntung Manggisnya," pungkasnya. (rvn/bin/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin