BANJARMASIN – Hernita kebingunan. Sudah tiga minggu dia kesusahan membeli masker. Setiap toko apotek yang didatanginya selalu mengatakan kosong. Tak da stoknya lagi untuk dijual.
Dia pun terpaksa hanya berlindung dengan kerudungnya saat berkendara.”Susah sekali sekarang mencari. Jika adapun dijualnya masksimal 10 lembar saja. Tapi sekarang sudah tak ada lagi yang dijual,” Keluhnya kemarin.
Hal senada diturkan Ibad. Dia sudah keliling mencari masker namun tak ketemu yang menjual. Bahkan, untuk mendapatkan pelindung mulut dan hidung itu dia mendatangi pusat perdagangan farmasi dan alat kesehatan di pasar Cempaka Banjarmasin.
Dia akhirnya menemukan satu penjual yang masih punya stok masker. Namun, harganya pun naik hampir empat kali lipatnya. Jika satu box dulu dia beli hanya Rp30 rinu. Kemarin dia membelinya Rp130 ribu.”Sempat keliling taka da ketemu yang menjual. Rupanya di pusat perdagangan alat kesehatan dan farmasi disini(Pasar Cempaka) juga susah. Hanya satu box dapat,” ujar Ibad.
Dapat diduga, kabar merebaknya virus corona membuat stok masker sudah lama langka. Menurut keterangan para pedagan, sudah lebih satu bulan distributor tidak mengirimkan. Pihak pedagangpun hanya menjual stok yang ada dan sudah habis sejak lama.
Farhan, salah satu karyawan jalan sungai Bilu Banjarmasin, mengaku saat ini pihak took membatasi jumlah masker yang dijual. “Sebelum marak virus Corona, kami jual bebas berapa pun permintaanya. Sekarang maksimal 10 lembar saja,” tuturnya.
Tak ingin ambil untung, pihaknya menjual harga yang sama waktu masker mudah dicari, yakni Rp1.000 per lembarnya. Untuk 1 box isi 50 lembar dulunya dijual dengan harga Rp30 ribu.”Stok kami pun sudah sangat terbatas. Makanya tak kami jual 1 box seperti sebelumnya,”imbuhnya.
Pengakuan yang sama disampakikan Roppiq, penjual masker di kawasan Jalan Perintis kemerdikaan Bnajarmasin. Menurutnya, sudah satu bulan dia kehabisan stok masker. Distributor pun terangnya, tak mengirimkan.”Katanya harga di Jakarta sudah sangat tinggi. Jadi distributor tak berani mendatangkan,”bebernya.
Dia mengatakan setiap hari ada saja yang datang untuk membeli. Berbeda dengan dulu, dalam satu minggu paling 2-3 orang yang menanyakan.”Minggu lalu puncaknya,banyak yang menanyakan. Mungkin stok warga juga sudah habis,”ucap Ropiq.
Tak hanya di apotek stok masker mengalami kekosongan. Di pusat perdagangan farmasi dan alat kesehatan Pasar Cempaka Banjarmasin pun kondisinya sama. Hampir semua tak punya persediaan masker. Itu pun masker dengan kualitas rendah.
Seperti yang dijual oleh, Iberahim pemilik toko Erna jaya. Stok yang ada di tempatnya tinggal dua box. Sisanya tinggal masker lembaran.”Sudak taka da smasuk sejak 1 bulan lebih. Yang ada ini saya beli di penjual helm dan toko kosmetik,”terang Ahim.
Jika dulu satu box dia menjual hanya Rp30 ribu, kali ini dia pun manaikkan harga jual. Yakni mencapai Rp130 per box.”Saya harus menyediakan, karena banyak yang mencari.Tapi karena saya beli juga.Otomatis harganya naik,”tuturnya.
Dia mendapat kabar bahwa, harga di Jakarta 1 box masker ada yang mencapai Rp250 ribu per box. Tingginya harga tersebut, membuat pedagang tidak berani membeli untuk dijual kembali.”Berapa lagi kami menjual. Dulu kami dapat harga hanya Rp20-25 ribu satu box,”tukasnya.
Hal yang sama dibeberkan Adi karyawan Toko Obat Amin di kawasan pusat perdaganagn farmasi yang sama. Membeli dengan harga tinggi sebutnya, takutnya malah tak ada yang ingin beli. Sementara, perputaran uang jualan masker tak secepat produk farmasi lain, khusunya obat.”Masker ini tak seperti obat. Kami beli dengan harga tinggi, otomatis kami menjualnya tak seperti sebelumnya, belum tentu cepat laku. Makanya kami tak berani membeli,”terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, M Muslim menyatakan, persediaan masker di tempatnya sangat tercukupi. Baik Di Dinkes Kalsel maupun fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten dan Kota,”Stok masker kita aman. Tak ada keluhan dari Kbupaten dan Kota,”sebut Muslim kemarin.
Pemerintah juga memberi atensi terhadap ketersediaan masker untuk masyarakat di berbagai daerah. Menurut Deputi V Kantor Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodahawardhani, kelangkaan yang menjadi persoalan sudah diantisipasi.”Kami bertindak untuk public bisa terpenuhi,”terang dia kemarin.
Sejak wabah virus Corona meluas,masker memang menjadi salah satu barang yang paling diburu. Banyak anjuran menyebut bahwa penggunaan masker sangat penting untuk menekan risiko penularan virus corona. Padahal, memakai masker hanya salah satu cara menasngkal virus corona.”Mencuci tangan sesering mungkin juga penting,”kata Jaleswari.
Pemerintah meminta masyarakat tenang. Sebab, langkah-langkah antisipasi pasca mewabahnya virus corona dari Wuhan sudah disiapkan.”Pemerintah sudah bersikap menindaklanjuti hal-hal terburuk,”imbuh dia. Karena itu, meski presiden sudah mengumumkan ada dua warga yang positif kena virus corona,pemerintah meminta masyarakat tidak panik. Sebab, menurut Jaleswari semuanya sudah dalam kendali.”Masyarakat agar tenang,jangan panik, dan tetap melakukan kegiatan sehari-hari,”beber dia.
Hal senada disampaikan Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Argo Yowuno. Jenderal bintang satu Polri tersebut memastikan bahwa intansinya turut aktif mengimbau masyarakat supaya tidak percaya terhadap berita-berita hoaks terkait wabah virus corona.” Karena Indonesia memiliki Kemenkes dan dinas kesehatan yang menjadi narasumber menjawab pertanyaan seputar virus corona,”bebernya.
Khusus ketersediaan masker bagi masyarakat, Argo menyatakan bahwa aparat kepolisian juga turut ambil bagian. Pihaknya sudah mengambil langkah tegas kepada oknum yang dengan sengaja menimbun masker untuk meraup keuntungan pribadi.”Polda Metro Jaya telah menindak masker illegal dan penimbunan masker,”tegasnya.
Tidak hanya itu, pengecekan serta komunikasi dengan penyuplai masker di tanah air juga dilakukan. Semua itu dilakukan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa masker tersedia. Mereka tidak segan mengambil langkah tegas apabila masih ada pihak-pihak yang menimbun masker.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia(YLKI) meminta produsen masker dan hand sanitizer tidak memberatkan masyarakat. Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi meminta para pengusaha masker dan hand sanitizer tidak mengambil kesempatan saat masyarakat sedang kesusahan seperti sekarang.
”Jangan eksploitasi masyarakat dengan harga yang gila-gilaan. Mengambil untung secara ugal-ugalan di tengah kesulitan adalah tindakan amoral,”kata Tulus di Jakarta kemarin. (wan/agf/syn/riz/oni/mof/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin