BANJARMASIN – Wajah Nadif terlihat resah. Dua jam dia berada di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjarmasin untuk mendapatkan stok darah. Namun, kabar tak enak didapatnya. Stok persediaan tengah kosong.
"Tadi sempat disuruh menunggu. Tapi setelah menunggu lama, ternyata kosong dan belum tersedia," tuturnya.
Kedatangannya mencari darah segar ke UDD PMI Kota Banjarmasin, lantaran saudaranya tengah operasi di RSUD Siaga Banjarmasin karena kecelakaan. "Darah yang saya cari golongan A Plus. Terpaksa saya minta bantuan kawan-kawan termasuk dengan kawan-kawan di media sosial," ungkapnya.
Rupanya tak hanya darah segar dengan golongan A Plus yang kosong. Dibeberkan Ketua PMI Kota Banjarmasin, Rusdiansyah, sudah hampir sepekan semua golongan darah segar mengalami darurat ketersediaan. "Semua golongan darah stoknya kosong," beber Rusdi kemarin.
Rusdi tak menampik, kosongnya stok darah di PMI Kota Banjarmasin lantaran adanya imbauan tak boleh mengumpulkan orang banyak untuk menangkal penularan Covid-19. Dia memberi contoh, sejatinya tiap instansi sering melakukan donor darah secara berkelompok.
Nah dengan adanya imbauan ini, instansi pun tak berani melakukan donor darah secara massal. Padahal sebutnya, ketika ada sokongan donor darah dari instansi ini, pasokan darah segar sangat normal.
Terbaru bebernya, salah satu Bank di Kalsel membatalkan agenda donor darah massal di hari ulang tahun mereka. Hal ini dilakukan karena adanya imbauan tak boleh mengumpulkan massa dengan jumlah yang banyak.
Padahal melalui even ini, diprediksi akan mendapat darah segar 200 sampai 300 kantong. "Kalau mengharap orang mendonor di UDD saja tak seberapa. Memang ada sokongan juga dengan bus mobile PMI di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, tapi tak seberapa," terang Rusdi.
Selain melayani masyarakat, untuk diketahui PMI Banjarmasin juga menyokong darah segar untuk kebutuhan rumah sakit di kota. Contohnya saja di RSUD Ulin Banjarmasin. Tiap hari PMI Kota Banjarmasin harus menyediakan 100 kantong darah untuk keperluan medik.
"Sangat berimbas edaran yang mengimbau agar tak mengumpulkan orang banyak, salah satunya stok darah segar kami darurat," sebut pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kalsel itu.
Dia membeberkan, lantaran kondisi stok darah segar kosong, suplai ke RSUD Ulin pun tak maksimal. Contohnya kemarin, mereka hanya bisa mengirim 35 kantong ke RSUD Ulin Banjarmasin. "Apa boleh buat," ucapnya.
Pihaknya berharap para pendonor aktif tak perlu menunggu even untuk mendonorkan darah. Begitu juga bagi pendonor aktif di instansi dan perkantoran pemerintah. "Kami minta agar mereka ini datang langsung ke UDD terdekat untuk menyumbangkan darahnya. Disaat kondisi sekarang, kami sangat berharap," harapnya.
Sementara, Kepala Unit Donor Darah (UDD) Kota Banjarmasin dr Aulia Ramadhan Supit menambahkan, untuk menambah pasokan pihaknya dalam waktu dekat akan menambah operasional transfusi darah di kawasan Pasar Niaga Banjarmasin.
Aulia mengatakan, liburnya beberapa sekolah jenjang SMA karena ujian juga membuat pasokan darah terganggu. "Biasanya juga kami jemput bola ke sekolah. Tapi karena libur, kami pun hanya mengharapkan orang datang ke mobil keliling dan ke UDD Kota Banjarmasin," katanya.
Di UDD Kota Banjarmasin sebutnya, pihaknya membuka pelayanan sampai pukul 21.00 Wita. "Kami akui adanya isu Covid-19 ini, sangat mengganggu suplai ke rumah sakit. Bahkan Selasa (17/3) tadi kami tak bisa mengirim ke RSUD Ulin karena stoknya kosong," ujarnya. (mof/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin