BANJARBARU - Masifnya pelacakan terhadap para pasien positif Covid-19, ternyata belum diimbangi dengan percepatan pemeriksaan spesimen. Hingga Kamis (2/7) di Kalsel masih ada ribuan sampel yang belum diperiksa, lantaran keterbatasan alat PCR (polymerase chain reaction).
Di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru misalnya, tercatat ada 4.948 sampel yang masih mengantre untuk diperiksa. Karena, alat PCR yang tersedia di laboratorium kewalahan untuk mengejar banyaknya spesimen yang diterima.
"Dua alat PCR yang kami miliki cuma bisa memeriksa 500 sampel per hari. Sementara sampel yang datang setiap harinya lebih dari itu. Ada sampai 600, 700, bahkan 900 sampel," kata Kepala BBTKLPP Banjarbaru Slamet Mulsiswanto.
Dia mengungkapkan, banyaknya sampel yang masih mengantre dikarenakan Pemprov Kalsel tidak segera membuka peluang untuk memaksimalkan laboratorium pemeriksaan di sejumlah rumah sakit.
"Misal, di RS Anshari Saleh. Di sana sudah ada alatnya. Harusnya ditingkatkan lagi kapasitasnya. Sehingga, sampel yang di Banjarmasin bisa ditangani di sana. Tidak lagi ke sini," ungkapnya.
Sedangkan untuk di daerah Banua Enam, dia menyebut ada RS Pertamina Tanjung, Tabalong yang sudah bekerja sama dengan Pemprov Kalsel untuk melakukan pemeriksaan sampel swab. Menurutnya, kabupaten yang ada di sana seharusnya tidak lagi mengirim spesimen ke BBTKLPP Banjarbaru. "Supaya pemeriksaan sampel bisa terbagi," sebutnya.
Disinggung bagaimana dengan stok reagen yang ada di BBTKLPP Banjarbaru saat ini, Slamet menyampaikan, ketersediaan cairan untuk mengetahui reaksi kimia dalam mendeteksi infeksi virus corona tersebut hanya tersisa untuk pemakaian satu pekan ke depan. "Tapi, kami sudah mengirim surat permintaan ke Litbangkes dan BPBD Kalsel. Sekarang sedang diproses," ucapnya.
Secara terpisah, terkait banyaknya sampel yang belum diperiksa, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Roy Rizali Anwar menuturkan, Pemprov Kalsel saat ini sedang berupaya melakukan percepatan pemeriksaan. "Kita sudah mengoperasikan alat PCR di RS Anshari Saleh. Di sana dalam dua shift bisa memeriksa 94 sampel," tuturnya.
Kemudian di RSUD Ulin Banjarmasin, dia menyampaikan, dua alat bantuan dari BNPB kemungkinan sekitar dua hari lagi sudah bisa dioperasikan. Dengan kapasitas sekitar 180 sampel per hari. "Di RSUD Ulin juga bakal ada satu alat lagi yang datang. Sekarang sedang dalam perjalanan. Kapasitasnya kalau dua shift bisa memeriksa 180-an sampel," ucapnya.
Untuk bisa mengoptimalkan alat PCR di RS Anshari Saleh dan RSUD Ulin, Roy mengungkapkan, pihaknya telah meminta tim dari BBTKLPP Banjarbaru untuk memberikan pendampingan selama dua hari: kemarin dan hari ini. "Supaya bisa maksimal. Misal yang tadinya cuma bisa memeriksa sebanyak dua shift, mudah-mudahan bisa tiga shift," ungkapnya.
Lanjutnya, selain menyediakan alat di dua rumah sakit di Banjarmasin tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel juga menjalin kerja sama dengan RS Pertamina Tanjung. Guna mempercepat pemeriksaan sampel. "Di sana ada satu alat, kapasitasnya 350 sampel per hari. Tapi, kita diberi kuota 100 sampai 150 per hari. Karena sisanya untuk pihak swasta," ujarnya.
Tim Gugas sendiri sudah mulai mengantar sampel di RS Pertamina Tanjung sejak dua hari yang lalu. "Sampel yang dikirim ke rumah sakit ini berasal dari 4 kabupaten di wilayah sana. Yakni, Tabalong, Balangan, HSU dan HST," beber Roy.
Selain di sana, dia membeberkan, Pemprov Kalsel juga akan mengirim spesimen di Laboratorium Lokalitbang Tanah Bumbu. Di sana ada satu PCR berkapasitas sekitar 180 sampel per hari. "Alat pendukungnya sekarang masih dipesan. Mudah-mudahan dua minggu ke depan bisa siap," bebernya.
Di samping itu, dia menyampaikan, ada juga alat milik salah satu perusahaan swasta di Angsana yang bisa diajak kerja sama untuk percepatan pemeriksaan sampel swab di Kalsel. "Kalau kita butuh, kita bisa langsung bekerja sama dengan mereka," ucapnya.
Ditambahkannya, tawaran juga datang dari perusahaan swasta lainnya. Yakni, memberikan CSR berupa alat PCR. Roy mengaku saat ini pihaknya masih mempelajari tawaran tersebut. "Kalau menguntungkan belanja negara, maka kita kerjasamakan. Masih kami lihat, alat apa saja yang bisa mereka bantu. Sekarang sedang tahap penjajakan," tambahnya.
Dengan sederet alat PCR yang sudah dimiliki dan tawaran dari pihak swasta tersebut, dia optimis ke depan Kalsel tidak akan kesulitan lagi memeriksa sampel yang menumpuk.
____
Angka Kasus Masih Sulit Ditekan
SEMENTARA ITU, angka kasus baru Covid-19 di Kalsel kembali melonjak. Kemarin, penambahan mencapai angka 114 orang. Sedikit kontras dengan jumlah kasus sembuh yang hanya 36 orang.
Juru bicara gugus tugas Covid-19 Kalsel, M Muslim, penanganan corona di Kalsel memang berbeda dibanding kasus pertama lalu. Masifnya tracking tracking oleh tim surveilans membuat kasus langsung terlacak.
Upaya penelusuran yang sangat masif ini berkaitan erat dengan angka kasus yang terus naik. Muslim menambahkan pemprov membentuk tim Komunikasi Edukasi dan Informasi (KEI) yang beranggotakan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov Kalsel. Mereka bertugas berkeliling wilayah Kalsel untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang Covid-19.
Muslim menambahkan, dibentuknya kampung tangguh di Kalsel sangat membantu dalam upaya memutus mata rantai penularan. Melalui kampung tangguh ini juga terangnya, warga akan sadar pentingnya mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.
Sampai kemarin, angka kasus Covid-19 di Kalsel sudah mencapai 3.337 kasus. Dengan rincian, 2.284 yang tengah dirawat, 861 dinyatakan sembuh, dan 192 orang dinyatakan meninggal dunia.
Penambahan kasus baru kemarin, berasal dari Banjarmasin 35 orang, Banjarbaru 28 orang, Tabalong 17 orang dan Tanah Laut 13 orang.
Kemudian kasus baru juga mengalami penambahan di Kabupaten Banjar sebanyak 7 orang, Tapin 3 orang, Barito Kuala dan Balangan, masing-masing 2 orang, dan Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah masing-masing 1 orang. (ris/mof/ran/ema)
Editor : izak-Indra Zakaria