BANJARMASIN - Sampai saat ini PDI Perjuangan belum juga menentukan arah dukungan. Partai pemenang pemilu nasional ini kebingungan bersikap pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalsel tahun ini.
Bermodal 8 kursi di DPRD Kalsel, PDI P sejatinya memiliki nilai tawar besar di even politik lima tahunan ini. Mereka hanya butuh tiga kursi lagi untuk bisa mengusung calon.
Peluang ini memang kecil. Pasalnya, beberapa Parpol sudah menyatakan dukungan. Hanya Hanura dan PKB yang belum menentukan dukungan. Namun, PKB sendiri dikabarkan akan bergabung di gerbong koalisi mendukung petahana bersama Golkar, PKS, NasDem dan PAN.
Sementara, jika berkoalisi dengan Hanura, jumlah syarat kursi sebanyak 11 kursi di DPRD Kalsel pun tak akan terpenuhi. Pasalnya, Hanura hanya memiliki 1 kursi di Rumah Banjar. Untuk diketahui, Parpol lain, seperti Gerindra, Demokrat, PPP sudah menyatakan dukungan kepada pasangan Denny Indrayana-Difriadi Darjat.
PDI Perjuangan sendiri merupakan salah satu parpol di balik suksesnya Sahbirin-Rudy Resnawan memenangkan Pilgub 2015 lalu. Pada Pilgub tahun ini, parpol besutan Megawati Soerkarno Putri itu, diyakini akan tetap mengusung Sahbirin Noor yang berpasangan dengan Muhidin.
Namun kader partai sendiri, Rosehan NB ngotot ingin berlaga. Dia belum lama tadi bersama Sahbirin mengikuti fit and proper test di DPP PDI Perjuangan. Apakah PDI Perjuangan memilih kader mereka atau malah menunjuk kader lain? Sekretaris DPD PDI Perjuangan, Syaripuddin seperti biasa tak bisa memastikan.
Pasalnya semua keputusan ada di tangan DPP. Menurutnya, pihaknya di daerah hanya menyampaikan hasil penjaringan ke pusat. “Belum ada kabar terbaru. Semoga Minggu sudah selesai,” katanya kemarin.
Pengamat politik UIN Antasari, Ani Cahyadi mengatakan belum adanya keputusan dari PDI Perjuangan menandakan dinamisnya peta politik. Belum lagi pendaftaran pasangan calon masih terbilang cukup lama. “Yang saya ketahui, PDI Perjuangan selalu berbasis survei yang kredibel dalam mengambil kebijakan,” ujarnya kemarin.
Di sisi lain, jika nantinya PDI Perjuangan akan membuat poros baru, Pilgub Kalsel akan sangat menarik. Akan tetapi, jika ada banyak calon, menurutnya petahana sangat diuntungkan. Pasalnya, suara swing voters semakin terbagi, dan bagi petahana sendiri sudah memiliki suara tetap sejak awal. “Bisa saja jika hitung-hitungan demikian, malah PDI Perjuangan tetap merapat ke petahana, jika hitung-hitungannya sama,” ujar Ani menganalisa.
Namun, dalam politik sebutnya, bukan sekedar hitung-hitungan politik untung rugi, tapi juga sebagai eksistensi. “Nah, bisa jadi PDI Perjuangan juga memilih eksistensi. Parpol ini sebagai parpol besar di Kalsel,” tandasnya. (mof/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin