Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Curhat Warga Antasan Bondan: Menambal Lubang Pakai Janji

miminradar-Radar Banjarmasin • 2020-09-30 11:55:08
TAMBAL SULAM: Warga Antasan Bondan mengandalkan titian ulin untuk jalan permukiman. Kalau rusak, diperbaiki secara tambal sulam dengan dana urunan dari kantong warga. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
TAMBAL SULAM: Warga Antasan Bondan mengandalkan titian ulin untuk jalan permukiman. Kalau rusak, diperbaiki secara tambal sulam dengan dana urunan dari kantong warga. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Usia Banjarmasin hampir lima abad. Tapi warga Jalan Antasan Bondan RT 17 masih dikungkung masalah lama. Yakni titian kayu yang rusak dan menelan korban.

---

BANJARMASIN - Julukan Kota Seribu Sungai itu tak mengada-ada. Banyak permukiman yang aksesnya tergantung pada jembatan gantung dan titian kayu.

Tak semua dalam keadaan layak. Salah satunya di Antasan Bondan di Banjarmasin Selatan. Yang berjarak hanya 8,7 kilometer dari Balai Kota, pusat pemerintahan.

Di sini, masyarakat hidup di atas titian ulin. Bukan jalan aspal. Tanpa titian, berarti tak ada jalan lingkungan.

Pantauan Radar Banjarmasin, paku-paku titian sudah berkarat, banyak pula yang terlepas. Ketika dijalani berderak. Perbaikannya tampak tumbal sulam.

Menurut warga setempat, Aminah, tak sedikit korban yang terjatuh dari titian itu. Bahkan sampai mengakibatkan kematian. "Korbannya anak saya sendiri," tuturnya lirih, Senin (28/9).

Meski sudah bertahun-tahun silam, ia masih mengingat peristiwa menyakitkan itu. Sepeda motor anaknya terperosok di salah satu lubang titian.

"Terjatuh dari jembatan, kemudian tertindih motor yang dinaikinya. Sebelum meninggal, sempat dirawat di rumah sakit selama 24 hari," kisahnya.

Dia berharap Pemko Banjarmasin segera memperbaiki titian yang rusak. Sehingga tak ada keluarga lain yang mengalami duka serupa.

Keluhan lain juga diutarakan Tini. Dibeberkannya, keadaan ini sudah dirasakan masyarakat selama hampir 20 tahun terakhir.

Di RT 17, ada titian rusak sepanjang 350 meter. "Anak saya juga pernah jatuh. Kakinya sampai luka robek," ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 17 Kelurahan Mantuil, Rahimah mengaku sudah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan. Dari mendatangi kantor kelurahan sampai kecamatan.

"Tapi belum pernah ada tanggapan," ujarnya. "Sudah beberapa kali dirapatkan. Sampai sekarang belum ada realisasi," tambahnya.

Namun, lubang-lubang itu tak bisa menunggu. Lewat pengumpulan dana swadaya, titian ditambal ala kadarnya.

Rahimah ingat, pemko pernah berjanji pada tahun 2019 lalu. Janji serupa diulang lagi tahun ini. Tapi karena alasan pandemi, ditunda sampai tahun depan. "Jika tertunda lagi, kami khawatir bakal ada korban baru," tutupnya.

Radar Banjarmasin coba menghubungi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Banjarmasin, Ahmad Fanani Saifudin. Tapi hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan. (war/at/fud)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#cover story #Banua Infrastruktur