Vaksin memperbesar harapan untuk kembalinya kehidupan normal. Harapan yang bukan cuma milik orang muda, tapi juga lanjut usia.
---
BANJARMASIN - Mendengar vaksinasi tahap kedua akan dimulai, Adul bergegas mendaftar. Dan pria 68 tahun itu bersyukur bisa kebagian.
"Bersama adik saya, Budi (63), kami bergegas mendaftar lewat puskesmas," tuturnya kemarin (1/3) pagi di Puskesmas Cempaka di Jalan Cempaka Besar.
Menyadari lansia rentan terhadap virus COVID-19, Adul tak perlu pikir panjang untuk mendaftar.
Setengah jam setelah disuntik, diawasi petugas kesehatan, Adul mengaku tak merasakan efek samping.
Hingga ia dibolehkan menerima kartu vaksinasi dan pulang. "Cuma sedikit ngilu pas disuntik. Selebihnya aman saja," tuntas Adul yang sehari-harinya berdagang amplang.
Sementara itu, Pastor Sumantoro, 70 tahun, ikut vaksinasi untuk membantu pemerintah dalam memberantas penyebaran corona.
Sebagai pemuka agama, ia juga turut berperan dalam mempromosikan vaksinasi. "Lewat grup WhatsApp, saya imbau kepada jemaat gereja untuk ikut divaksin," ujarnya.
Sebelumnya, Satgas Penanganan COVID-19 Banjarmasin menerima 1.490 vial untuk 14.900 dosis pada Jumat (26/2) lalu. Kiriman vaksin itu ditujukan untuk 7.450 lansia.
"Didistribusikan ke 29 fasyankes (fasilitas layanan kesehatan) pada hari selanjutnya. Mulai Senin (1/2), semua puskesmas siap melayani vaksinasi lansia," ujar juru bicara satgas, Machli Riyadi.
Angka ini terbilang sangat kecil. Mengacu data puskesmas, ada 49.780 lansia di Banjarmasin. Artinya, hanya 15 persen lansia yang kebagian jatah pada termin pertama.
Namun, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin itu memastikan pengiriman vaksin susulan takkan perlu menunggu lama.
"Ini termin pertama untuk tahap kedua. Akan ada termin berikutnya," ujar Machli.
Pelayanan khusus lansia akan difokuskan pada hari Senin hingga Rabu. "Selanjutnya secara simultan. Pelayanan publik dimulai hari Kamis, berbarengan dengan lansia," tutupnya.
Kejujuran Sangat Dibutuhkan
VAKSINASI tahap kedua dimulai kemarin (1/3). Sesuai arahan satgas penanganan pandemi, layanan disebar di 29 fasyankes di Banjarmasin. Salah satunya Puskesmas Cempaka di Banjarmasin Tengah.
Registrasi dibuka sejak pukul 7.30 hingga 11.00 Wita. Lansia dan pelayan publik menjadi target utama. Peserta yang datang adalah mereka yang teregistrasi di laman banjarmasin.kemkes.go.id dan yang mendaftar lewat pelayanan puskesmas.
Sejak pukul 8.30 Wita, puluhan lansia berdatangan. Dengan menunjukkan KTP, pasien masuk ke tahap pengambilan nomor antrean.
Selanjutnya maju ke tahap screening administrasi. Mencocokkan kartu identitas dengan formulir calon penerima vaksin yang telah terdaftar di situs.
Maju ke tahap screening kesehatan, kondisi fisik peserta diperiksa. Mengecek temperatur, saturasi dan tensi.
Dokter juga akan memastikan calon penerima vaksin tidak mempunyai penyakit penyerta. Kejujuran peserta sangat dibutuhkan.
"Tahap screening harus kuat untuk menentukan lansia tersebut boleh divaksin atau harus ditunda," ujar Kepala Puskesmas Cempaka, Emma Ariesnawati.
Peserta yang lolos screening, maju ke tahap vaksinasi. Tak sampai tiga menit, penyuntikan rampung.
Tak langsung pulang, peserta diminta untuk tak beranjak dari puskesmas selama 30 menit. Memastikan jika terjadi efek samping pasca penyuntikan.
Terakhir, peserta mendapat kartu vaksinasi. Lembar ini akan dijadikan bukti untuk memperoleh dosis vaksin kedua, 28 hari kemudian.
Pihak penyelenggara menegaskan, protokol kesehatan wajib tetap diutamakan, meski mereka telah mendapat vaksin.
Emma membeberkan, Puskesmas Cempaka mendapat jatah 92 vial untuk 920 dosis, 57 vial disisihkan khusus untuk lansia.
Antusiasme warga sangat tinggi. Pemberian vaksin dibatasi 50 orang pada hari pertama.
"Kami batasi 50 orang di hari pertama, dilayani sampai selesai. Tapi pendaftaran tetap dibuka untuk hari selanjutnya," tuntasnya. (tia/fud/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin